Buruan! Cukup Bawa KTP Sudah Bisa Tempati Kios di Pasar Sampangan
Ia mengatakan persyaratan sangat mudah hanya mendaftar ke Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk selanjutnya diproses
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Siapa yang tidak mau menempati kios di pasar untuk memulai berwirausaha dengan bangunan baru tanpa dipungut biaya, selain itu syarat untuk menempati juga tergolong sangat mudah hanya membawa kopian Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk didaftarkan ke Dinas Perdagangan Kota Semarang, Kamis (27/4/2017).
Seperti yang diterangkan oleh Kepala Pasar Sampangan, Sunarto, di pasar yang ia pimpin masih terdapat beberapa kios kosong siap untuk memulai berwirausaha untuk masyarakat jika ingin memulai berdagang.
"Ada sekitar 68 kios di lantai tiga, dan 47 sudah ada yang mendaftar untuk ditempati, jadi sekitar 21 kios siap huni masih bisa digunakan oleh masyarakat secara gratis," tuturnya saat ditemui Tribun Jateng di kantornya.
Ia mengatakan persyaratan sangat mudah hanya mendaftar ke Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk selanjutnya diproses agar bisa menempati kios di Pasar Sampangan.
"Kami sudah menyosialisasikan dari 21 April kepada masyarakat yang ingin menempati kios, dan dari dinas batas akhir sampai 15 Mei mendatang," sambung Sunarto.
Sunarto dalam kesempatan itu juga menuturkan, bangunan pasar merupakan bangunan yang di peruntukan untuk masyarakat, jadi pihaknya wajib menyosialisasikan agar masyarakat memanfaatkan peluang tersebut.
"Bangunan pasar merupakan bangunan yang diperuntukkan bagi masyarakat, karena dibangun dari dana pajak, jadi kami berkewajiban untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar mereka memanfaatkan peluang usaha yang bisa dilakukan di kios kios tersebut," katanya.
Ia juga berharap Pemahaman masyarakat akan peluang usaha di pasar tradisional semoga semakin bertambah, karena pasar tidak akan maju tanpa adanya campur tangan dari beberapa pihak.
"Semoga saja sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah tentang peluang usaha yang ada di pasar semakin dipahami oleh masyarakat, karena pasar tidak akan maju jika tidak ada sinergi antara masyarakat, dan pemerintah," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kios-yang-berada-di-lantai-tiga-pasar-sampangan-terlihat-masih-sepi-dan-tertutup-kamis-274_20170427_124622.jpg)