Breaking News:

JANGAN Buang Kulit Nanas karena Bisa untuk Bikin Sampo, Begini Caranya

JANGAN Buang Kulit Nanas karena Bisa untuk Bikin Sampo Antiketombe, Begini Caranya

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
KULIT NANAS - Mahasiswa Undip melatih warga Desa Belik Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang membuat sampo dari kulit nanas. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Buah nanas tidak hanya dinikmati dalam bentuk buah saja namun juga berbagai olahan. Olahan buah nanas menghasilkan banyak limbah. Limbah buah nanas, semisal kulitnya, ternyata masih bermanfaat.

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menyulap kulit nanas menjadi sampo di Desa Belik, Kecamatan Belik, Pemalang. Kecamatan Belik dan Pulosari merupakan sentra produksi tanaman nanas madu. Buah tropis Indonesia itu menjadi buah unggulan Kabupaten Pemalang.

Kulit buah nan asam segar itu menjadi barang yang berguna atau dapat digunakan di tangan-tangan kreatif mahasiswa Undip. Mereka yakni Astrid Noviana, Ayu Munti Nilamsari, Rina Yuniarti, Muhammad Rizqi, dan Khisnun Baani. Mereka berasal dari berbagai fakultas, kedokteran, teknik komputer dan ekonomi.

"Berawal dari kunjungan kami ke Belik yang merupakan daerah penghasil nanas. Limbah kulit nanas yang dihasilkan dari pengolahan cukup banyak dan hanya dibuang ke kebun dan sungai," kata ketua kelompok, Astrid Noviana dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/5).

Setelah berdiskusi dengan warga setempat, masalah yang belum bisa diselesaikan mengenai limbah kulit nanas. Ia merasa prihatin dengan kondisi itu. Kulit nanas yang dibuang begitu saja semakin hari semakin banyak.

Dibuang dan dibiarkan begitu saja di kebun dan sungai hingga membusuk. Bisa berpotensi mencemari lingkungan.

"Akhirnya, tercetuslah ide untuk membuat formulasi sampo dari kulit nanas yang kemudian dilakukan pelatihan kepada masyarakat Desa Belik," bebernya.

Mereka pun membaca artikel-artikel terkait penelitian tentang buah nanas. Juga informasi komposisi sampo. Mereka kemudian menemukan bahwa senyawa kulit nanas hampir sama dengan komposisi sampo antiketombe. Yakni terdapat enzim bromelin.

"Prosesnya gampang untuk dilakukan, pasti masyarakat mudah membuatnya. Saat ini, baru pelatihan pada kelompok PKK di Desa Belik. Semoga bisa ditularkan ke daerah lain," imbuhnya.

Pelatihan pengolahan limbah kulit nanas dilakukan kepada kelompok PKK Desa Belik mulai 8 April 2017 lalu hingga selesai pekan ini. "Pelatihan pengolahan limbah kulit nanas ini menambah keterampilan kami yang tergabung dalam PKK. Kelompok PKK akhirnya mempunyai kegiatan mandiri yang produktif," kata anggota PKK Desa Belik, Yunita.

Selain itu, kata dia, limbah kulit nanas yang dibuang, pastinya akan semakin berkurang karena diolah menjadi sampo. Serta dapat dikembangkan di berbagai daerah lain.

Selain digunakan untuk sendiri dan keluarga, sampo kulit nanas juga dapat dijual ke tetangga dan masyarakat umum. Sampo kulit nanas bisa dijadikan peluang bisnis masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Harapannya, selain mengurangi limbah kulit nanas, sampo kulit nanas dapat diproduksi secara massal. Selain itu juga dapat diperjual belikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Belik," ujarnya. (tribunjateng/cetak/mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved