Hari Pendidikan Nasional
Sekolah-sekolah Rusak, Ganjar: Kami Hadir Tidak Mencari Kesalahan Tapi Menggugah Perasaan
Sekolah-sekolah Rusak, Ganjar: Kami Hadir Tidak Mencari Kesalahan Tapi Menggugah Perasaan
Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Jateng kali ini berlangsung beda, digelar di pelosok desa di wilayah Kabupaten Grobogan. Gubernur Ganjar Pranowo ingin peringatan Hardiknas menjadi momentum kebangkitan kualitas pendidikan di Jateng.
“Saya sengaja memilih tempat ini. Saya sengaja memindahkan upacara yang biasanya di ibu kota provinsi, kini pindah di desa. Ada maksud dan tujuannya. Untuk menuju tempat ini butuh waktu enam jam,” kata Ganjar saat menjadi inspektur upacara di lapangan depan Sekolah Dasar (SD) Negeri Mlowokarangtalun I, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Selasa (2/5).
Selain Ganjar, hadir dalam peringatan Hardiknas ini, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Gatot Bambang Hastowo, beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jateng, dan Kabupaten Grobogan.
Akses jalan menuju Desa Mlowokarangtalun masih buruk. Jalan sepanjang 20 kilometer menuju desa, masih berupa batu cadas, dan bergelombang. Iring-iringan mobil Gubernur pun terpaksa harus berjalan lambat untuk menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, pemandangan memprihatinkan terlihat pada gedung SDN Mlowokarangtalun I.
Jangankan fasilitas penunjang berupa laboratorium, lantai ruang kelas ini hanya berupa paving block, berdinding kayu, dan tak ada plafon untuk atap ruang kelas. Bahkan kelas paling ujung sudah dikosongkan karena nyaris ambruk, padahal termasuk bangunan baru karena berdinding tembok. Lantai kelas dan lorong juga sudah banyak yang hancur.
Ganjar mengungkapkan, untuk menuju lokasi, banyak hambatan di perjalanan, mulai lalulintas macet, hingga jalan rusak parah. “Kami semua hadir tidak sedang mencari kesalahan tapi ingin menggugah perasaan kita sesuai karakter pendidikan. Saya dan bupati sudah berkomitmen akan bangun sekolah ini,” ungkap Ganjar.
Salah satu siswa kelas V, Nanda Satya Nur Namira menceritakan, saat musim hujan ruang kelas selalu bocor. Sehinga harus pindah tempat duduk agar buku tidak basah dan bisa terus mengikuti pelajaran. "Kalau hujan bocor, harus minggir dulu. Tapi saya senang sekolah di sini, saya punya cita-cita jadi tentara," ujar Nanda.
Kepala SDN Mlowokarangtalun 1, Sriyanti mengatakan, di sekolah ini terdapat delapan ruang kelas, dan hanya satu ruang yang kondisinya baik karena berdinding tembok bata. "Ya semua ruangan rusak, ada satu yang paling baru dibangun, itu tahun 2011," kata Sriyanti.
Ia mengungkapkan, sekolah ini dibangun sejak tahun 1976. Kayu yang ada pada bangunan ini masih asli. Selama ini pihak sekolah hanya mampu tambal sulam atap yang bocor dan pengecatan dinding. "Saya sudah di sini tiga tahun sebagai kepala sekolah. Tambal sulam paling di genteng dan pengecatan," ujarnya.
Ia mengaku, pihak sekolah sudah berkali-kali melayangkan perbaikan sekolah ke pemerintah daerah setempat, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan untuk upaya perbaikan. "Dengar-dengar sudah mau dapat bantuan. Ada lima kelas yang akan dibangun. Tapi entah kapan realisasinya," kata Sriyanti.
Kualitas pendidikan
Ganjar menyatakan, Bupati Grobogan sudah melaporkan akan segera membangun jalan raya menuju desa ini. “Telah dianggarkan melalui APBD setempat sebesar Rp 5 miliar. Bupati juga sudah mengeluarkan jurus silat ke Gubernur yaitu katanya masih kurang Rp 4 miliar, insyaallah kami (pemprov, Red) bantu,” ujarnya.
Diharapkan, jika infrastruktur ada perbaikan, ke depan masyarakat memiliki harapan untuk bangkit dan meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, mestinya pemerintah daerah jika memang belum mampu memperbaiki infrastruktur, setidaknya dapat merancang lebih dulu. “Jika tak mampu tahun ini maka bisa tahun berikutnya,” tandasnya.
Khusus untuk SD Negeri Mlowokarangtalun I, imbuh Ganjar, pemerintah kabupaten telah menganggarkan Rp 410 juta untuk rehabilitasi gedung. Bulan depan sudah akan dilelang, kekurangannya akan dimintakan ke pihak lain melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility). “Kita sudah merencanakan, mudah-mudahan bisa dilaksanakan. Jalan menuju ke sini juga lumayan buruk, itu juga sudah dianggarkan, jadi Grobogan memang masih banyak infrastruktur yang rusak,” ungkapnya. (tribunjateng/cetak/had)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-di-grobogan-temukan-banyak-sekolah-rusak_20170503_072631.jpg)