Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satpol PP Jateng Bakal Rekrut Siswa Jadi Kader

Anggapan Satpol PP sebagai "algojo" para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditepis keras Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi.

Tayang:
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: a prianggoro
tribunjateng/galih permadi/humas
Tim defile Satpol PP Kota Semarang sabet juara lomba defile Satpol PP tingkat Jawa Tengah digelar di Stadion Manahan, Selasa (21/3) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng,Bakti Buwono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Anggapan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai "algojo" para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditepis keras Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi.

Pihaknya tidak hanya berupaya menegakkan disiplin secara humanis, tapi juga melibatkan siswa SMA dan SMK dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.

"Kami ada program Satpol PP Goes to School (SGS) merupakan salah satu wujud konkret yang dilakukan," katanya dalam keterangan yang diterima tribun Jumat (5/5/2017) pagi

Hari ini, pihaknya menyelenggarakan Sarasehan Dialogis dengan Kepala Sekolah dan Guru SMAN dan SMKN se-Kota Semarang di Aula SMKN 6 Semarang.

Sinoeng berharap program itu jadi awal untuk pelaksanaan Program SGS di SMAN dan SMKN se-Jawa Tengah.

Melalui kegiatan tersebut, imbuh Sinoeng, diharapkan ada kolaborasi sinergis antara Satpol PP dan pihak sekolah.

Ia ingin melibatkan siswa, dalam penegakan disiplin maupun perwujudan kondusivitas tramtibmas.

Selain itu, ia juga akan menggelar saresehan dialog Interaktif tentang penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru dan Tenaga Pengajaran.

"Tujuannya agar ada Forum Dialogis dan Langkah Penegakan Disiplin Satpol PP Provinsi Jateng terhadap ASN di SMKN dan SMAN sesuai dengan atmosfer kependidikan. Terlebih, saat ini Guru SMKN dan SMAN menjadi bagian dari ASN Pemprov," terangnya.

Selanjutnya, Sinoeng berharap Program SGS berkembang, bahkan dapat terbentuk Kader Disiplin Siswa (KDS).

Kader disiplin bukan dimaksudkan para siswa dapat bertindak keras dan arogan terhadap pelanggar disiplin.

Tapi para kader memvawa misi humanis dalam perwujudan tramtibmas di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.

Mereka dituntut melakukan pendekatan persuasif, komunikatif, dan edukatif.

"Dengan demikian akan mengeliminasi metode kekerasan dalam penindakan. Kami lebih menekankan pada upaya terus menerus menumbuhkan kesadaran trantib melalui pelibatan siswa," ujar alumnus UGM ini.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved