Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dengan Sedih, Para Petani Memanen Kedelai Sebelum Lahannya Dilindas Backhoe. Nur : Ini Penindasan

Hamparan lahan pertanian yang hijau berisi beragam hasil bumi siap panen seketika hancur saat enam alat berat milik PT Waskita Karya melindasnya

Tayang:
Penulis: dini | Editor: muslimah
tribunjateng/dini
Ratusan warga terdampak proyek Jalan Tol di Desa Wungurejo, Kecamatan Ringunarum Kabupaten Kendal menggelar unjuk rasa, Selasa (9/5/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Hamparan lahan pertanian yang tampak hijau berisi beragam hasil bumi siap panen seketika hancur saat enam alat berat milik PT Waskita Karya melindas tanah subur di Desa Wungurejo, Selasa (9/5).

Suara tangisan dan kemarahan warga mengiringi proses pengosongan lahan terdampak proyek tol Semarang-Batang tersebut. Meski sebelumnya sempat protes dan menghalang-halangi petugas, sejumlah warga menaiki alat berat dan meminta petugas mematikan mesin alat berat.

"Mesine pateni rak yen rak kowe sing tak pateni (mesinnya matiin gak, kalau tidak kamu yang ku bunuh)," ujar salah satu warga dengan penuh emosi.

Nur Hayati Pasang Badan Mengadang Alat Berat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol proyek Semarang-Batang di Ringinarum kabupaten Kendal, Selasa (9/5/2017).
Nur Hayati Pasang Badan Mengadang Alat Berat Eksekusi Lahan untuk Jalan Tol proyek Semarang-Batang di Ringinarum kabupaten Kendal, Selasa (9/5/2017). (TRIBUNJATENG/DINI)

Suasana semakin memanas tatkala tiga alat berat yang tersembunyi keluar dari direrimbunan tanaman jagung yang berada di tengah lahan.

Sontak, warga langsung terjun dan berlari mengejar backhoe yang mulai melindas tanaman kedelai yang masih hijau.

Tidak hanya itu, tiga alat berat yang sempat ditahan warga di pinggir jalan mulai memasuki lahan warga. "Kae sopiri tarik, pateni (itu sopirinya tarik saja, bunuh), " ujar salah seorang pemuda warga setempat.

Bahkan, tidak sedikit ibu-ibu yang menangis histeris. Satu di antara Nur Hayati (35), yang ikut berlari mengejar alat berat dan menghentikan laju backhoe sambil menangis histeris.

Spanduk dihamparan sawah kedelai yang berisi perlawanan terhadap eksekusi jalan tol.
Spanduk dihamparan sawah kedelai yang berisi perlawanan terhadap eksekusi jalan tol. (Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum)

Namun, upaya warga itu tak membuahkan hasil. Alat-alat berat, dengan kawalan ratusan aparat kepolisian merengsek meratakan tanaman di lahan mereka.

"Aku sadar lakukan ini, ini namanya penindasan, " teriak Nur Hayati sambil menangis, melihat tanaman kedelai yang satu minggu lagi akan panen ini musnah.

Beruntung, sang suami datang dan menenangkan Nur Hayati. "Biar, ikhlaskan saja! Biar Allah yang membalas, " ujarnya sambil menarik sang istri.

Para pemilik lahan tersebut, akhirnya memanen kedelainya sebelum diratakan dengan alat berat.

Koordinator warga Desa Wungurejo yang terdampak proyek jalan tol, Samsudin, menegaskan warga tetap menolak pembayaran ganti rugi meski proses eksekusi lahan telah dilakukan.

Samsudin mengatakan, sebenarnya mendukung proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang, namun warga minta harga ganti lahan yang wajar.

"Hanya dua desa ini ( Desa Wungurejo dan Tejorejo) yang nilai ganti rendah dibanding desa lain yang tanahnya dihargai Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Kami merasa dizalimi dengan harga ganti kerugian Rp 220 ribu per meter persegi, tidak manusiawi, " ungkapnya

Ratusan warga terdampak proyek Jalan Tol di Desa Wungurejo, Kecamatan Ringunarum Kabupaten Kendal menggelar unjuk rasa, Selasa (9/5/2017)
Ratusan warga terdampak proyek Jalan Tol di Desa Wungurejo, Kecamatan Ringunarum Kabupaten Kendal menggelar unjuk rasa, Selasa (9/5/2017) (tribunjateng/dini)

Sementara itu, Panitera Pengadilan Negeri Kendal, Soedi Wibowo, menegaskan proses eksekusi sudah dilakukan sesuai prosedur. Sebab, pihaknya sudah melakukan pemanggilan konsinyasi dua kali pada warga pemilik lahan yang terdampak proyek jalan tol dan melayangkan surat pemberitahuan penetapan dan memberi waktu untuk melepas tanahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved