Cara Orangtua Motivasi Anaknya Agar Jalani Puasa Ramadan
"Mamah aku lapar," itulah yang diucapkan Raisa (12), saat kali pertama menjalani puasa Ramadan, di awal bangku kelas satu SD.
Penulis: faisal affan | Editor: galih pujo asmoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Mamah aku lapar," itulah yang diucapkan Raisa (12), saat kali pertama menjalani puasa Ramadan, di awal bangku kelas satu SD.
Sri Yuningsih (41), sang bunda, selalu memberikan pengertian dan motivasi saat anak pertamanya mengeluh lapar.
Memberikan hadiah berupa uang dan baju baru saat menjelang lebaran, merupakan satu di antara cara Yuni, sapaan akrabnya, memotivasi anaknya berpuasa.
Awal mula, Raisa kerap juga bertanya kepada mamahnya tentang mengapa seorang muslim harus melakukan puasa.
Yuni tak bosan memberikan berbagai penjelasan, mengenai arti pentingnya puasa Ramadan bagi umat muslim.
"Saya berikan pengertian kepada Raisa, puasa itu berguna untuk menahan segala bentuk hawa nafsu. Termasuk nafsu amarah, nafsu makan dan minum, tidak boleh berbicara kotor, dan lain sebagainya. Setiap kali mengeluh lapar, juga selalu saya ajak untuk melakukan kesibukan lain yang bisa buat dia lupa," jelasnya kepada Tribun Jateng, Rabu (24/5/2017) pagi.
Saat masih belajar puasa, Raisa hanya berpuasa hingga siang hari dan kemudian dilanjutkan hingga masuk waktu berbuka.
Hal tersebut dilakukan hingga duduk di bangku kelas lima SD.
Setelah itu, hingga saat ini Raisa sudah menjalani puasa sehari penuh.
Yuni mengaku, tak begitu memaksakan anaknya untuk berpuasa.
"Namanya anak kecil, perasaannya masih naik turun. Kadang semangat puasa, tapi terkadang juga malas. Kalau sudah malas, dibangunkan untuk makan sahur saja susah, apalagi puasa. Tetapi tetap sedikit saya paksa untuk mau, jika tidak, dia akan manja dan terbawa hingga remaja," terang Yuni.
Setiap sahur, Yuni selalu menyarankan Raisa untuk mau makan nasi, harapannya agar tidak mudah lapar saat berpuasa.
Beda saat masuk waktu buka puasa, justru Yuni menyuruh Raisa untuk minum teh manis hangat terlebih dahulu.
"Saat puasa seharian pasti kan perut kosong, jika langsung diberikan makanan berat, akan membuat lambung tidak nyaman. Ya saya menyarankan untuk makan berat setelah salat tarawih saja," ucap wanita asli Jakarta ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siswa-sd-mengikuti-karnaval-dugderan_20170528_083720.jpg)