Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Edukasia

Tim Riset Siswa SMA Kebon Dalem Borong Pestasi LKTI Tingkat Nasional

Tim riset siswa SMA Kebon dalem Semarang dalam kurun dua bulan berhasil memborong berbagai prestasi pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI)

Penulis: akbar hari mukti | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Para juara sedang berpose di SMA Kebon Dalem, Semarang, Selasa (30/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Tim riset siswa SMA Kebon dalem Semarang dalam kurun dua bulan berhasil memborong berbagai prestasi pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional.

Prestasi yang diraih tersebut di antaranya sebagai juara II dalam bidang energi alternatif pada "Engineeling Physic for Environmental Innovation (EPSILON UGM 2017)” yang digelar oleh Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM Yogyakarta 8 April lalu.

Kemudian berhasil meraih juara I pada bidang alternatif pangan dalam “Nusantara Scientific Competition” di Universitas Nusantara PGRI Kediri 20 Mei. Meraih juara II pada “Agricultural Engineering Event” (AEE) yang digelar di Universitas Brawijaya Malang pada 21 Mei serta menyabet juara mendapatkan juara I dalam ajang Lomba ”Karya Ilmiah Setara SMA” (KISS) di IPB Bogor pada 21 Mei.

"Kami bersyukur atas apa yang sudah diraih oleh siswa-siswi kami pada lomba-lomba setingkat nasional tersebut. Untuk memperoleh itu semua memang tidak mudah. Dan untuk persiapan pada setiap lomba mustahil dilakukan dalam waktu dekat. Jadi kalau untuk persiapan, aa lomba ataupun tidak, siswa-siswa kami selalu kami dorong untuk melakukan penelitian," ujar Kepala SMA Kebondalem Thio Hok Lay, ketika ditemui, Selasa (30/5).

SMA Kebon Dalem, kata dia, merupakan sekolah berbasis riset yang selama ini telah mendorong siswanya untuk selalu mengadakan riset di berbagai bidang. Untuk mengikuti lomba LKTI di empat tempat berbeda dalam kurun dua bulan itu, diterjunkan empat tim yang teriri dari siswa kelas X dan kelas XI.

"Kenapa digabung? Ada yang kelas X dan ada yang kelass XI? Itu dilakukan agar ke depan terus ada regenerasinya," katanya

Angelia Qalista Nerika Budianto, salah seorang siswi anggota tim yang dikirim pada lomba di Universitas Nusantara PGRI Kediri menyebutkan, timnya tidak menyangka bisa menyabet juara I.

"Ada 34 tim yang ikut dan bagus-bagus semua. dari 34 tim itu kemudian diambil 10 besar dan kemudian diseleksi hingga akhirnya tim kami juara I," katanya.

Jane Erlinda Hadi, salah seorang anggota tim riset yang dikirim ke IPB Bogor juga mengaku gembira setelah timnya terpilih menjadi juara I.

"Ada tiga tahap pada lomba itu, yakni mengirimkan proposal, video, kemudian presentasi. Dari situ diambil 10 finalis, disaring lagi jadi tujuh finalis hingga diambil tiga juara dan tim kami jadi juara yang pertama," paparnya.

Sherina Laurentia Siswoko, anggota tim yang dikirim ke Universitas Brawijaya mengaku puas timnya dapat memperoleh juara II. Dari seleksi yang begitu ketat, karya dari timnya akhirnya mampu menuai prestasi.

"Ada tiga gelombang. Pengiriman makalah, diseleksi jadi 10 finalis dan penetapan tiga juara. Tim kami berhasil jadi juara II," tukasnya.

Sementara Nadya Natalia Hendrawan, salah satu anggota tim yang dikirim ke UGM mengatakan jika pada lomba yang diikuti timnya berlangsung cukup berat. Sebab harus bersaing dengan 274 tim yang berasal dari berbagai daerah. "Awalnya sempat pesimistis. Tapi kemudian optimisme bangkit dan akhirnya meraih juara II," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved