Pemkot Tegal Selidiki Penyebab Keracunan yang Menimpa Puluhan Warga Saat Buka Bersama
Puluhan warga mengeluh sakit mual dan diare usai menyantap nasi kota saat acara buka bersama dengan Pemkot Tegal
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Pemerintah Kota Tegal sedang menyelidiki kasus dugaan keracunan sejumlah warga yang menghuni Rusunawa Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Sebelumnya, puluhan warga mengeluh sakit mual dan diare usai menyantap nasi kota saat acara buka bersama dengan Pemkot Tegal. Warga pun memeriksakan kesehatannya itu ke Puskesmas dan rumah sakit.
Walikota Tegal, Siti Masitha Soeparno, menyatakan permohonan maaf atas kejadian itu.
"Laporan dokter yang menangani juga menyampaikan sudah tidak ada pasien yang mengeluh terkait dugaan keracunan makanan. Kami meminta maaf atas insiden itu," kata Masitha, Jumat (23/6/2017).
Ia juga sempat menyambangi warga untuk melihat kondisi mereka di rusunawa pascakejadian keracunan itu beberapa waktu lalu.
Kedatangannya juga untuk memastikan bahwa upaya penanganan sudah dilakukan dengan benar oleh pihak tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Tegal dan Puskesmas Tegal Barat.
"Kami sedang melakukan investigasi mendalam mengenai kasus tersebut. Kami masih dalami lebih lanjut. Dicari tahu penyebabnya," ucapnya.
Menurutnya, kalau memang betul keracunan diakibatkan dari makanan yang dikonsumsi warga saat buka bersama, pihaknya akan memberikan sanksi dan pembinaan kepada pihak yang menyediakan makanan tersebut.
"Ada tiga pihak yang menyediakan makanan itu. Kalau terbukti ada kelalaian, akan kami tindak," ujarnya.
Investigasi dilakukan, kata dia, karena banyak faktor yang bisa mengakibatkan warga keracunan. Misalnya, makanan yang masih panas langsung dibungkus atau dikemas bisa mengakibatkan efek yang menimbulkan keracunan bagi tubuh manusia.
Dari hasil kunjungannya, sekitar 70 warga yang tercatat mengalami diare kondisinya sudah membaik. Walikota juga berpesan jika ada warga masih mengalami gejala tersebut agar segera memeriksakan diri dan akan dilayani dengan gratis.
Plt Dinas Kesehatan Kota Tegal, Suharjo, menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan uji laboratorium sample makanan yang diduga jadi penyebab.
"Begitu ada kejadian kami langsung melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab hingga penanganan yang tepat. Pantauan dan layanan kesehatan masih terus dilakukan," terangnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-tegal-siti-masitha_20170623_125648.jpg)