Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tega! Dilarang Pakai Kursi Roda, Pria Lumpuh Ini Dipaksa Merangkak Agar Bisa Naik ke Pesawat

Vanilla Air menyampaikan permintaan maaf, karena memaksa seorang pria lumpuh yang menggunakan kursi roda, merangkak meniti tangga demi naik pesawat.

Editor: rika irawati
Dokumentasi Vanilla Air
Vanilla Air 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Vanilla Air menyampaikan permintaan maaf, karena memaksa seorang pria lumpuh yang menggunakan kursi roda, merangkak meniti tangga demi naik ke pesawat.

Insiden itu terjadi ketika Hideto Kijima (44), akan kembali ke Osaka awal bulan ini, setelah berlibur di Amami, sebuah pulau kecil di selatan Jepang.

Saat itulah, seorang karyawan maskapai penerbangan murah itu mengatakan, berdasarkan peraturan perusahaan, tak ada orang yang diijinkan untuk mengantar penumpang menaiki tangga pesawat.

Padahal, maskapai anak perusahaan All Nippon Airways itu, tidak memiliki lift untuk memindahkan penumpang penyandang cacat dari landasan ke pintu pesawat.

Kijima, yang lumpuh dari pinggang ke bawah itu lalu menceritakan kasus yang dialaminya dalam blog.

Dia mengaku terpaksa naik ke pesawat dengan merangkak dan mengandalkan kekuatan lengannya untuk meniti tangga pesawat.

Surat kabar Asahi menyebutkan, pria itu harus menarik bobot badannya dengan tangga, hingga 17 titian.

Vanilla Air, dalam pernyataannya Rabu (28/6/2017), mengaku telah meminta maaf kepada Kijima.

"Kami meminta maaf karena kami menyebabkan dia mengalami kesulitan," kata seorang Jurubicara perusahaan itu kepada AFP.

Jurubicara itu juga menambahkan, sejak insiden ini, bandara di mana insiden itu terjadi telah dilengkapi dengan lift bagi para penumpang disabilitas.

Maskapai ini sebelumnya juga melarang penumpang yang tidak dapat berjalan kaki untuk ikut dalam penerbangan, karena dianggap berbahaya.

Kijima, adalah seorang pelancong yang kerap melakukan perjalanan ke luar Jepang.

Dia mengaku terkejut ketika ada staf maskapai yang mengatakan dia tak dapat ikut terbang jika tak bisa berjalan dan menaiki tangga.

Penuturan ini disampaikan Kijima dalam wawancara dengan Nippon TV.

"Saya bertanya-tanya apakah karyawan bandara tidak menganggapnya salah," tambah dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved