HANYA Modal Belajar dari Youtube, Suprapto Bisa Bikin dan Jual Busur Hingga NTB
Berawal dari anak minta dibelikan mainan panahan, pendiri Arjuna Archery, memulai perjalanan sebagai produsen busur panah
Penulis: hermawan Endra | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Berawal dari anak minta dibelikan mainan panahan, pendiri Arjuna Archery, memulai perjalanan sebagai produsen busur panah.
Kini usaha yang dirintis oleh Suprapto sejak 28 Oktober 2016 itu semakin berkembang.
SEMUANYA berawal saat anaknya miminta mainan panah.
Ketika itu, mainan yang dibelinya tersebut dibanderol Rp 50 ribu.
Sayangnya, mainan baru beberapa kali dipakai, mainan panahan yang dibelinya itu telah rusak.
Baca: 97 Persen Pemudik Sudah Meninggalkan Jateng
"Dari situ saya mulai berpikir, kenapa tidak membuat mainan panah sendiri. Mengajari anak memanah juga merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW," kata Suprapto.
Bukan perkara mudah untuk merealisasikan keinginannya untuk membuat panah.
Lantaran, Suprapto sama sekali tidak memiliki pengalaman membuat alat memanah.
Sehari-hari, ia adalah seorang karyawan di sebuah bank milik pemerintah.
Namun hal itu tidak menghalanginya untuk berusaha membuat panah.
Ia belajar membuat alat panah mulai dari sekadar melihat foto-foto, membaca artikel, hingga melihat tayangan video.
"Ternyata di youtube banyak sekali orang baik yang memposting cara-cara membuat busur panah. Mulai dari yang sulit hingga yang mudah dikerjakan dengan alat sederhana, semua saya tonton," ujarnya mengenang.
Berbekal iseng ia coba membuat satu busur buat anak.
Sepulang kerja, ia langsung mengambil bahan dan memulai proses membuat satu busur anak.
Setelah kurang lebih dua jam, jadilah busur panah "eksperimen" tersebut.
"Anak menyambut gembira hasil karya saya. Dari iseng inilah saya mencoba untuk menjual hasil karya saya, dan kembali saya mengucap syukur, ternyata masyarakat menyambut baik," imbuhnya.
Ia memilih untuk menjadi produsen karena dengan itu pihaknya akan mampu memberikan harga jual yang murah kepada konsumen.
Untuk satu paket berisi sebuah busur, tiga anak panah, dan satu lembar target dibandrol mulai Rp 170 ribu.
Baca: STATUS Haru dan Percakapan Terakhir Affandi dengan Tribun, Salam Mabuuurr Sampai Ketemu . . .
Walaupun tergolong murah, namun ia menjamin produknya memiliki kualitas yang baik.
Menurutnya, inovasi adalah kata kuncinya.
Sebagai produsen alat panahan, ia berusaha keras untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Masukan dan kritik membangun dari para konsumen menjadi bekalnya untuk selalu berinnovasi.
Arjuna Archery mempersilakan siapa saja untuk datang ke display dan workshop di alamat Dsn Gendring, Ds Kebumen RT 5 RW 03 , Sukorejo, Kendal.
Ia terbuka untuk sharing dan saling menularkan ilmu yang bermanfaat, khususnya terkait panahan.
Dibantu empat pekerja, produk busur panah yang diproduksinya telah dijual ke berbagai daerah, antara lain Solo, Jogja, Jakarta, Bandung, Bogor, Lampung, Batam, Bontang, Kalsel, NTB dan masih banyak lagi.
Setiap pekan ia mampu memproduksi sekitar 40-50 set busur.
Kreasi panahan kontemporer setidaknya memakai dua macam bahan, yakni kayu dan PVC.
Masing-masing memiliki kunggulan sendiri namun utamanya adalah kuat, ringan, praktis, dan harga terjangkau.
Suprapto menambahkan, keuntungan membeli di lapaknya yakni diberikan diskon setiap pembelian minimal tiga unit.
Konsumen mendapatkan garansi selama satu bulan khusus untuk busur, dan setiap keuntungan perhitungkan 2.5 persen sebagai zakat dan 7.5 persen sebagai sedekah untuk disampaikan kepada yang berhak.
"Misi kami memproduksi dan menjual alat olahraga panahan dengan harga murah. Sekaligus melestarikan sunah memanah," tandasnya. (tribunjateng/cetak/Hermawan Endra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arjuna-archery-busur-panah_20170703_143520.jpg)