Haji Asaat Sukses Budidayakan Mangga Raksasa, Baru Dua Tahun Sudah Panen
Haji Asaat Sukses Budidayakan Mangga Raksasa, Baru Dua Tahun Sudah Panen. Berat sebuah mangga mencapai 3kg
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Buah mangga dengan ukuran jumbo pastilah jarang ditemui masyarakat. Tetapi, hasil fantastis itu berhasil diperoleh Haji Asaat Pitoyo dari hobinya berkebun.
Rata-rata berat per buah mangga itu mendekati 3 Kg. "Ini jenis mangga mahatir, bibit impor dari Malaysia," kata Asaat, Minggu (2/7).
Ia pun mengirimkan sejumlah foto mangga mahatir itu, dengan satu di antaranya disandingkan dengan botol jumbo minuman ringan. Ukuran besar dan panjangnya pun terlihat nyaris sama.
Bibit pohon mangga itu dibeli Asaat dari pedagang tanaman buah di Gunungpati, Semarang. Bibit itu lalu ditanam di kebun yang terletak di komplek kampus STIKes Ngudi Waluyo, Ungaran, Kabupaten Semarang.
Pendiri Yayasan Ngudi Waluyo dan pemilik usaha manekin kebidanan itu memang hobi berkebun dan beternak.
"Bibit mangga mahatir ini saya tanam dua tahun lalu, dan memang dikenal menghasilkan buah genjah (jumbo-Red)," tuturnya.
Dua biji mangga mahatir yang dipetik dari kebun kampus STIKes Ngudi Waluyo ketika diukur menggunakan penggaris panjangnya hampir 30 sentimeter. Beratnya ketika ditimbang mencapai 2,975 Kg.
Pohon mangga mahatir menurut beberapa referensi dikenal bisa menghasilkan buah berukuran super besar, jauh di atas rata-rata ukuran mangga varietas lokal. Di sebuah kebun buah di Kabupaten Malang malah pernah ada yang mencapai bobot 4,25 Kg.
Tanaman mangga mahatir termasuk dalam tipe genjah. Mulai berbuah pada usia rata-rata 3-4 tahun, tetapi jika dirawat dengan baik tanaman bisa produktif lebih cepat, sekitar usia 1-2 tahun.
Varietas mangga asal Kinabalu itu memiliki karakteristik unik pada bagian daunnya. Daun tanaman mangga mahatir memiliki daun yang ukurannya cukup panjang dan lebar, bergelombang, serta urat daunnya tampak menonjol.
Pada bagian cabang dan rantingnya cenderung lemas menjuntai ke bawah. Dari segi perawatannya, manga mahatir termasuk mudah dan tidak butuh perlakuan khusus.
Pertumbuhannya secara alami bisa berlangsung cepat asal mendapat perlakuan yang pas. Tanaman dengan nama ilmiah Mangifera Indica itu sangat cocok ditanam di daerah tropis maupun subtropis di dataran rendah dengan ketinggian maksimal 700 mdpl.
Ditanam di tanah yang gembur walaupun agak berpasir pun tidak jadi masalah. Sinar matahari sepanjang hari juga sangat dibutuhkan pohon mangga mahatir.
Tanaman yang bibitnya berasal dari perbanyakan okulasi itu sebenarnya sudah cukup lama ditanam di Indonesia. Tetapi hanya sebatas dimiliki kolektor maupun penghobi tanaman buah.
Jika mangga lain memiliki percabangan dan ranting yang tumbuhnya ke atas atau ke samping, mangga mahatir menjuntai, sehingga perlu dilakukan penanganan khusus, yaitu dengan cara memberi penyangga berupa bambu, untuk membuat pertumbuhan ranting dan cabang muda lebih teratur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/haji-asaat-sukses-budidayakan-mangga-raksasa-baru-dua-tahun-sudah-panen_20170704_090517.jpg)