Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BRT Stasiun Tawang-Terminal Bawen akan Beroperasi, Ayu : Sopirnya Jangan 'Pebalap'

Ada beberapa keluhan yang didengarnya. Satu di antaranya yakni terkait sopir yang terkesan ugal-ugalan saat mengemudikan bus

Penulis: deni setiawan | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Seorang warga sedang berdiri menunggu angkutan umum di depan Shelter atau Halte Beteng II yang terletak di depan Kantor Pos Jalan Diponegoro Ungaran Kabupaten Semarang, Kamis (6/7/2017) sore. Direncanakan besok, Jumat (7/7/2017) shelter tersebut mulai difungsikan bersamaan dioperasionalkannya BRT Trans Jateng Koridor I Stasiun Tawang-Terminal Bawen. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dininda Ayu Hapsari (37) warga Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang mengapresiasi terkait rencana mulai dioperasionalkannya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor I Stasiun Tawang Kota Semarang-Terminal Bawen Kabupaten Semarang , besok Jumat (7/7/2017).

Diungkapkannya, informasi terkait pengoperasionalan BRT tersebut dia memiliki harapan khusus. Terlebih di saat berkaca dari pengalaman yang didengar melalui beberapa media massa maupun sosial media.

Ada beberapa keluhan yang didengarnya. Satu di antaranya yakni terkait sopir yang terkesan ugal-ugalan saat mengemudikan bus.

“Harapan saya dan mungkin juga masyarakat lain, semoga pengemudi BRT di rute tersebut sudah terseleksi dan tidak ada seorangpun yang 'pebalap' atau merasa jadi raja jalanan di saat mengemudikan angkutan umum tersebut,” ucap Ayu kepada Tribun Jateng, Kamis (6/7/2017).

Selain ugal-ugalan, lanjutnya, diharapkan pula para pengemudi yang terpilih atau terseleksi tersebut secara nyata telah teruji dan menguasai jalur (rute) yang dilintasi BRT baik dari arah Stasiun Tawang Kota Semarang menuju Terminal Bawen Kabupaten Semarang maupun sebaliknya. Menurutnya, itu perlu dan penting.

“Ya semoga pihak pengelola bisa berkaca pada beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di awal pasca diluncurkannya BRT rute Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang Semarang-Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu. Itu kan kemungkinan si pengemudi belum paham rute sehingga terjadi kecelakaan,” terangnya.

Tetapi secara umum, lanjut pegawai swasta di Kabupaten Semarang itu senang dengan dioperasionalkannya BRT. Dirinya pun optimistis bakal ramai penumpang setiap harinya. Terlebih direncanakan bakal beroperasi hingga malam hari atau hingga pukul 21.00.

“Mungkin Sabtu (8/7/2017), saya mau ajak istri dan anak untuk menjajal naik BRT tersebut sekalian refreshing ke Simpanglima Kota Semarang. Mumpung gratis. Mau coba seberapa besar nyamannya naik BRT. Karena terus terang belum pernah merasakan naik bus seperti itu,” ujar Mulyono (48) warga Karangjati Kabupaten Semarang.

Sementara itu, berdasarkan hasil pantauan Tribun Jateng, Kamis (6/7/2017), kondisi pendukung mobilitas BRT yakni shelter Koridor I mulai dari arah Bawen hingga Ungaran Kabupaten Semarang sudah cukup representatif atau secara keseluruhan telah dimaintenance dari kondisi sebelumnya yang mayoritas mengalami kerusakan serta dipenuhi coretan.

Termasuk juga shelter (halte) BRT Beteng I yang berada tepat di depan Beteng Willem II Jalan Diponegoro Ungaran Kabupaten Semarang. Kondisi shelter portable yang pada akhir 2015 silam mengalami kerusakan parah akibat ditabrak truk, kini telah dibangun kembali secara permanen berukuran sekitar 3x2 meter. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved