Kalau Terbukti Mahasiswanya Jadi Joki, Unnes Jatuhkan Hukuman Terberat
Unnes akan menyosialisasikan ke seluruh mahasiswa pemahaman mengenai perjokian sebagai tindakan yang salah dan melanggar hukum.
Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Negeri Semarang (Unnes) masih menunggu perkembangan kasus perjokian yang melibatkan mahasiswanya.
Mahasiswa bernama Setu Abdul Hadi itu tertangkap saat menjadi joki tes masuk Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Rabu (12/7/2017) pagi.
Setu Abdul Hadi mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Terpadu masih dalam pemeriksaan aparat hukum.
"Kami masih menunggu apakah benar mahasiswa yang tertangkap tersebut mahasiswa Unnes atau bukan. Kemudian apakah benar yang dilakukan memang perjokian. Jadi kami menunggu kebenarannya," ujar Kepala UPT Humas Unnes Hendi Pratama memberi keterangan.
Baca: Polisi Panggil Tiga Orang Lagi Terkait Kasus Dugaan Perjokian Ujian Masuk Kedokteran Unissula
Menurutnya, jika memang yang bersangkutan mahasiswa Unnes dan terbukti melakukan perjokian, kampus tak segan-segan menjatuhkan hukuman terberat.
"Kalau memang benar dia mahasiswa kami dan terbukti menjadi joki, kami melalui Dewan Etika Mahasiswa akan langsung ambil hukuman tertinggi yaitu dikeluarkan dari kampus," ungkapnya.
Unnes akan menyosialisasikan ke seluruh mahasiswa pemahaman mengenai perjokian sebagai tindakan yang salah dan melanggar hukum.
"Sosialisasi akan dilakukan agar hal seperti ini tidak terulang kembali," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/setu-abdul-hadi-24-joki-masuk-ujian-fakultas-kedokteran-unisula_20170712_155333.jpg)