Joki Ujian Masuk Universitas
Setu Tergiur Rp 20 Juta Jadi Joki Ujian
Panitia ujian masuk Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengungkap adanya praktik perjokian calon mahasiswa, Rabu (12/7) pagi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Panitia ujian masuk Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang mengungkap adanya praktik perjokian calon mahasiswa, Rabu (12/7) pagi.
Ada satu joki ujian yang ditangkap. Pelaku perjokian yang diketahui bernama Setu Abdul Hadi (24) itu kemudian digelandang ke Polsek Genuk.
Setu tampak duduk meringkuk di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolsek Genuk, saat Tribun Jateng tiba. Pria asal Tegal itu berujar, ini kali pertama dirinya terlibat praktik perjokian.
"Saya diajak R. Dia (R-Red) mahasiswa Unnes (Universitas Negeri Semarang), seangkatan saya, 2013," katanya.
Meski demikian, Setu mengaku, tak mengenal R.
Baca: Joki dan Urat Malu
Mahasiswa Unnes Jurusan IPA itu menuturkan, kali pertama dihubungi R melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp (WA) pada Jumat (7/7) lalu.
"Foto WA (R-Red) sama dengan aslinya saat ketemu tadi (kemarin-Red) pagi," bebernya.
Menurut dia, R mengajak Setu menjadi joki ujian masuk calon mahasiwa Unissula.
Ajakan itu ditawarkan R secara berulang selama seminggu, mendekati hari ujian masuk.
Ada iming-iming yang ditawarkan berupa uang tanda terima kasih Rp 20 juta untuk jasa joki tersebut.
"Saya cuma jawab, insyaallah saya bantu. Lalu, ya saya ikut," imbuhnya.
Baca: Unnes bakal Tindak Tegas Mahasiswanya yang Jadi Joki
Namun, Setu menyatakan, belum sempat menerima uang Rp 20 juta yang ditawarkan itu.
Rencananya, uang hasil jasa joki itu akan dia tabung.
Menanggapi hal itu, Kepala Humas Unissula, Nur Kholis menyesalkan adanya kejadian perjokian dalam ujian masuk Fakultas Kedokteran di kampus itu.
Pihaknya berjanji akan bertindak tegas terhadap semua kecurangan yang terjadi di setiap ujian masuk universitas.
Sulit
Menurut dia, ujian masuk di Fakultas Kedokteran memang sulit.
Tetapi, para peserta tidak boleh menggunakan joki untuk dapat membantunya lolos ujian.
"Jangan memakai cara seperti itu, pakai joki," tukasnya.
Nur Kholis mengungkapkan, pihak Unissula tidak menoleransi tindakan yang merugikan seperti perjokian.
Pelaku perjokian ujian masuk telah diserahkan ke pihak Kepolisian.
"Kami tindak tegas semua kecurangan seperti perjokian ini. Kami langsung serahkan ke pihak Kepolisian. Mau dari pihak apapun (latar belakang-Red), kalau melanggar hukum ya kami serahkan Kepolisian," tandasnya.
Nur Kholis menuturkan, soal-soal ujian masuk universitas telah dibuat beragam untuk meminimalisir kecurangan yang mungkin terjadi.
"Tetapi ya masih ada perjokian," ucapnya.
Adapun, Polsek Genuk masih menyelediki kasus praktik perjokian ujian masuk Unissula Semarang.
Kapolsek Genuk, Kompol Heru Eko mengatakan, belum bisa menahan pelaku, Setu.
"Kasus itu masih indikasi. Karena pelaku belum sempat mengerjakan ujian masuk sudah terpergok panitia. Belum diketahui kerugiannya apa," ujarnya.
Heru menyatakan, akan memanggil tiga orang terkait dengan kasus dugaan perjokian tersebut.
Sejumlah orang itu berinisial A, R, dan S.
Secara rinci, inisial A sebagai pengemudi mobil atau yang mengoodinasikan.
R sebagai perantara indikasi perjokian, sedangkan S nama peserta yang akan mengikuti ujian.
"Kami belum menetapkan pasal apa yang dilanggar. Kembali lagi, masih indikasi perjokian," imbuhnya. (tribunjateng/cetak/dna/alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/setu-joki_20170712_151449.jpg)