HARU, Pemakaman Kadisdukcapil Salatiga Penuh Tangisan
Pemakaman korban kecelakaan karambol di Tol Ungaran- Bawen, Bustanul Arifin dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Banyumanik, Kamis
Penulis: Nur Rochmah | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemakaman korban kecelakaan karambol di Tol Ungaran- Bawen, Bustanul Arifin dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Banyumanik, sekitar pukul 11.30-12.15 pada Kamis (13/7).
Suasana pemakaman dipenuhi tangisan air mata.
Beberapa pengantar yang sengaja mengantar ke tempat peristirahatan terakhir, tampak bersedih dan menitihkan air mata. Karena tak kuasa melihat jenazah saat dimasukkan ke liang kubur.
Tampak putri Pak Bus (sapaan akrab Bustanul Arifin) yang berdiri tepat dihadapan ayahnya dimakamkan mulai menangis sesenggukan.
Tangisan semakin menjadi saat ia mulai menaburkan bunga di atas makam ayahnya.
Hingga badannya lemas dan hampir limbung.
Hal ini membuat sang ibu yang berada di sampingnya membantu menenangkannya.
Saat do'a dan prosesi pemakaman selesai, keluarga Bustanul Arifin dianjurkan untuk segera pulang ke rumah. Hal tersebut dilakukan supaya air mata tidak sampai jatuh di atas makam.
Meski begitu, masih tampak beberapa peziarah yang masih tinggal di pemakaman untuk memanjatkan do'anya kepada jenazah Bustanul Arifin.
Sejak pagi, rumah duka Bustanul Arifin yang berlokasi di Jalan Belimbing No. 9 Srondol Wetan Banyumanik sudah dipenuhi para pelayat.
Tampak beberapa petugas berseragam Satpol PP dan Dinas Perhubungan menjaga di sekitar rumah duka.
Seluruh tempat duduk yang disediakan dipenuhi para pelayat.
Sampai ada yang rela berdiri karena tak ada tempat duduk lagi.
Mereka datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada Pak Bus (nama sapaan).
Satu di antara pelayat yang datang, Susi Purwanti, mengaku sempat kaget dan tidak percaya Bustanul Arifin telah tiada karena kecelakaan.
"Sebenarnya Pak Bus sudah beberapa kali mengalami kecelakaan. Tapi yang kecelakaan ini paling tragis, sampai nyawanya tidak bisa tertolong lagi," ujar Susi.
Sementara keluarga korban, baik istri dan kedua anaknya tak henti-hentinya meneteskan air mata yang berada di dekat tubuh korban. (tribunjateng/cetak/nrh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/permakaman_20170713_132250.jpg)