Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Melihat Langsung Solo Batik Carnival, Warga Amerika Ini Ungkapkan Kekagumannya

Acara Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) diselenggarakan di Solo, Sabtu (15/7/2017) sore

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/akbar hari murti
Para penampil SBC sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Acara Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) diselenggarakan di Solo, Sabtu (15/7/2017) sore.

SBC kesepuluh tersebut dimulai pukul 3 sore.

Berdasar pantauan, para penampil memulai berjalan dari gedung di Jalan Bhayangkara, menuju Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro menuju panggung di Benteng Vastenburg.

Perhelatan Grand Carnival SBC tersebut tampak mampu menyedot perhatian masyarakat Solo dan sekitarnya, bahkan wisatawan dari luar negeri.

Para wisatawan, baik luar negeri maupun lokal tersebut tampak antusias menikmati pertunjukkan dari acara pemkot Solo itu.

Beberapa di antaranya mengabadikan moment tersebut menggunakan kamera yang ada di ponsel pintar maupun kamera profesional.

Satu penonton asal Amerika Serikat, Michael Benn menuturkan, dirinya senang menonton gelaran tersebut.

"Ya, senang sekali. Artinya memang ada banyak sekali budaya di negara ini," ujarnya dalam bahasa Indonesia.

Para penampil SBC sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7).
Para penampil SBC sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7). (Tribun Jateng/akbar hari mukti)

Pria yang telah 8 bulan tinggal di Solo tersebut mengatakan, adanya gelaran SBC tersebut menunjukkan budaya di Jawa bisa mendunia.

"Saya pun senang menggunakan batik karena motifnya keren dan megah," jelasnya.

Ketua Yayasan SBC, Susanto mengatakan, tema pada SBC kali ini adalah Astamurti Kawijayan. Ia menjelaskan, dalam bahasa Kawi, Astamurti Kawijayan memiliki arti bentuk kejayaan.

"Sehingga makna dalam acara ini merupakan wujud kejayaan tradisi budaya Jawa yang berupa seni dari nenek moyang," ujarnya.

Ia mengatakan, sub tema yang diangkat pada SBC kali ini di antaranya wayang, topeng, sekar jagad, legenda, mustika Jawa Dwipa dan Jatayu.

"Kesemuanya diaplikasikan dalam sebuah kostum karnaval dengan penggunaan batik sebagai dasar pembuatan kostum," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved