Guide Cewek Bertarif Rp 300 Ribu per Hari Ini Bantu Muluskan Penyelundupan 1 Ton Sabu di Anyer
Aksi para pengedar satu ton sabu yang ditangkap di Anyer, Serang, Banten, ternyata melibatkan seorang guide atau pemandu wisatawan.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Aksi para pengedar satu ton sabu yang ditangkap di Anyer, Serang, Banten, ternyata melibatkan seorang guide atau pemandu wisatawan.
Empat tersangka Warga Negara Asing (WNA) Taiwan itu menggunakan jasa Komalasari, sebagi guide selama menjalankan aksinya.
"Para pelaku ini menggunakan jasa guide bernama Komalasari, warga Tangerang. Dia dibayar Rp 300.000 per hari," kata AKP Rosana Albertina Labobar, Wakil Kepala Satuan (Wakasat) Narkoba Polres Depok.
Baca: Beginilah Lika Liku Mafia Narkoba Kirim Sabu Seberat 1 Ton Masuk ke Indonesia
Polisi Wanita (Polwan) yang kerap disapa Ocha ini, menyebut, Komalasari atau Mala selalu ikut bersama para tersangka.
Para tersangka mengaku mengenal Mala melalui aplikasi pesan, We Chat. Dimana Mala diketahui pernah bekerja di Taiwan dan fasih berbicara bahasa negara tersebut.
"Mala ini disewanya selama kurang lebih dua minggu. Pelaku benar-benar diperalat para tersangka," jelas Ocha.
Yaitu, menggunakan identitas Mala untuk menyewa mobil dan menyewa kamar hotel.
Baca: Kisah Polwan Cantik Tiarap Berjam-jam Mengintai Penyelundupan 1 Ton Sabu-sabu dari China
Seperti diketahui, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) dan Satuan Narkoba Polres Depok, berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton sabu di kawasan Anyer, Serang, Banten, Kamis (13/7/2017) dini hari.
Polisi menangkap empat tersangka berkewarganegaraan Taiwan. Yaitu Lin Ming Hui yang berperan sebagai bos atau pengendali.
Ia tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
Lalu, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li berhasil diamankan. (warta kota/mohamad yusuf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aksi-polwan-cantik-menggagalkan-penyelundupan-sabu-sabu_20170714_231045.jpg)