Ikuti KKN, 695 Mahasiswi USM Diharapkan Bisa Dampingi Desa dan Kelurahan Gunakan Anggaran
Sebanyak 695 mahasiswa Universitas Semarang (USM) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Senin (17/7/2017), mereka dilepas rektor USM.
Penulis: Nur Rochmah | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 695 mahasiswa Universitas Semarang (USM) mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Secara resmi, mereka dilepas di Auditorium Ir Widjatmoko USM, Senin (17/7/2017) .
Mereka akan di tempatkan di tiga lokasi KKN, yakni di Kecamatan Tembalang dan Semarang Barat di Kota Semarang, dan di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.
KKN di tiga kecamatan tersebut rencannya akan berakhir 20 Agustus 2017 mendatang.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Rektor USM, Prof Dr Pahlawansjah Harahap SE ME. Dan disaksikan para Dosen Pembimbing lapangan (DPL).
Menurut Rektor, KKN masih diperlukan karena banyak manfaatnya baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.
“Melalui KKN, mahasiswa bisa belajar menjadi seorang pemimpin, berbaur dengan masyarakat. Dengan begitu, diharapkan mahasiswa bisa mandiri dan sanggup menghadapi tantangan,” kata Pahlawansjah melalui rilis, Senin.
Ia juga berharap, melalui kegiatan KKN, nantinya mahasiswa bisa memberikan mafaat melalui program-program pemberdayaan masyarakat.
"Selain itu, mahasiwa USM juga harus menjaga nama baik almamater selama masa KKN," imbuhnya.
Sementara, Ketua LPPM USM Dr Wiyati Saddewisasi berpesan agar mahasiswa bisa mengarahkan aparat desa/kelurahan dalam menggunakan anggaran desa yang bersumber dari anggaran negara.
“Mahasiswa harus bisa bisa membantu merencanakan program desa, mendampingi pelaksanaannya serta mendampingi membuat laporan” ungkap Wiyati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mahasiswa-usm-kkn_20170717_231517.jpg)