Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Buah Bibir

Sekar Ayu Maharani, Ilustrator yang Selalu Cari Pengalaman Baru

Namun bagi gadis pemilik nama lengkap Sekar Ayu Maharani (26), bekerja adalah media untuknya belajar.

Tayang:
Penulis: Nur Rochmah | Editor: bakti buwono budiasto
ISTIMEWA
Sekar Ayu Maharani - Ilustrator / Mahasiswi 

TRIBUNJATENG.COM - Bekerja, merupakan tuntutan yang wajib bagi seseorang untuk memenuhi kebutuhan.

Namun bagi gadis pemilik nama lengkap Sekar Ayu Maharani (26), bekerja adalah media untuknya belajar.

Sekaligus menemukan jati dirinya yang sebenarnya.

Sekar mengenyam pendidikan Sarjananya di Universitas Kristen Satya Wacana, Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tahun 2009.

Kala itu ia banyak mengalami tantangan dan proses eksplorasi dalam bidang kesenian.

Sekar Ayu Maharani - Ilustrator / Mahasiswi
Sekar Ayu Maharani - Ilustrator / Mahasiswi (ISTIMEWA)

"Awalnya saya masuk DKV hanya karena suka menggambar. Tapi selama berkuliah banyak hal yang saya dapatkan secara akademis maupun tidak. Saya sempat mengikuti beberapa perlombaan di berbagai bidang (graffiti, komik, fotografi, lukis dan lain-lain). Hal itu hanya untuk mencari passion saya yang sesungguhnya di mana," ujar gadis kelahiran Salatiga, 1Juli 1991itu, kepada Tribun Jateng, Minggu (16/7).

Dari semua perlombaan yang pernah diikutinya, ia mendapatkan banyak pelajaran, yakni keberanian untuk berkompetisi, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Misalnya, ia pernah menjadi delegasi dalam acara Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia ke-10 pada tahun 2013 di Galeri Nasional, Jakarta.

"Di sana saya bisa bertemu dengan teman-teman mahasiswa dari berbagai daerah, hingga menambah wawasan dari IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Dari situlah saya belajar cara menghargai dan mengapresiasi sebuah seni," kata Sekar.

Sementara kegiatan di luar kegiatan kuliah, ia pernah belajar mencari uang sendiri untuk menambah uang saku.

Yakni dengan mengerjakan buku tahunan di beberapa SMA Kota Salatiga, bersama teman-temannya.

Selain itu, ia dan teman lintas bidang membentuk organisasi Kelas Inspirasi Salatiga, yang sasarannya anak sekolah dasar (SD).

Setelah lulus kuliah pada tahun 2014, Sekar sempat mengajar selama 1 semester di DKV, UKSW.

Setelah itu, ia juga sempat bekerja sebentar di salah satu portal media di daerah Jakarta Selatan sebagai Marketing Service.

Lalu awal tahun 2015, ia pindah ke Bali dan di sana beberapa kali ia mengikuti craft workshop.

"Sejak saya memutuskan keluar dari Salatiga sebenarnya ingin mencari pengalaman dan memperkuat ilmu. Saat tinggal di Bali, akhirnya saya mulai menemukan 'diri saya' yang sebenarnya. Yakni, saya suka bekerja di bidang fashion dan periklanan," jelas pemilik akun Instagram @msekarayu itu.

Pengalaman kerja Sekar bisa dibilang seperti kutu loncat, karena berpindah-pindah pekerjaan.

Tapi, dari hal tersebut, ia mengaku selalu belajar untuk melihat kesalahan sebelumya agar tidak terulang lagi di perusahaan tempatnya bekerja saat ini.

Sekarang, ia bekerja part time di perusahaan produk cokelat asal Yogyakarta sebagai Product Development Strategies.

Lalu di luar jam kerja, ia mengerjakan project freelance dalam bidang ilustrasi undangan dan marchandise.

Saat ini, ia juga sibuk mempersiapkan kuliahnya di Universitas Gajah Mada, Jurusan Kajian Media dan Budaya, Agustus mendatang.

"Dari semua pengalaman yang pernah saya lalui, menurunkan ego itu sangat susah sekali. Tapi, dari situ saya belajar menerima perbedaan dan tetap berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa. Karena mimpi sekecil apapun, jika ditekuni karena passion akan tetap membutuhkan proses belajar yang cukup hingga menghasilkan buah yang manis. Intinya sih jangan minder," tandas Sekar. (Tribunjateng/cetak/NurRochmah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved