Tiap Hari Minggu Siswa Sumurboto Wajib Pantau Jentik di Rumah Masing-masing
Gerakan Sicentik (Siswa Cari Jentik) mulai diterapkan bagi seluruh siswa SMP dan SD/MI (kelas 4,5 dan 6 ) di Kelurahan Sumurboto, Banyumanik, Semarang
Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gerakan Sicentik (Siswa Cari Jentik) mulai diterapkan bagi seluruh siswa SMP dan SD/MI (kelas 4,5 dan 6 ) di Kelurahan Sumurboto, Banyumanik, Semarang.
Hal ini mewajibkan siswa setiap hari Minggu melakukan pantauan jentik di rumah masing-masing. Dan di hari Seninnya mengisi hasil pantauan tersebut di tample ruang kelas yang sudah disediakan guru kelas.
Melalui gerakan itu, diharapkan bisa mengurangi kasus penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di Sumurboto.
"Dalam upaya pengendalian penyakit DBD, gerakan Sicentik ini saya rasa cukup efektif. Dari segi biaya juga murah dibanding penggunaan fogging. Tapi saya tekankan lagi harus ada kontribusi aktif dari masayarakat tentunya," kata Lurah Sumurboto, Komara Yuni Armi, Rabu (19/7).
Selain gerakan Sicentik, upaya lain yang dilakukan oleh pihak kelurahan sudah ada PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), PJR (Pemeriksaan Jentik Rutin), penyuluhan, dan program satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).
Komara juga mengatakan, dalam seminggu sekali para kader kesehatan juga rutin melakukan gerakan 3M Plus. Serta mengadakan kegiatan kerja bakti di setiap RT pada hari jumat pagi.
"Jumlah kasus DBD di Sumurboto paling tinggi terjadi tahun 2013, yang mencapai 32 orang. Kemudian di tahun 2016, masih ada 20 penderita. Dan tahun 2017 ini baru ada 2 orang penderita, saya berharap tidak ada lagi penderita yang bertambah," ujarnya.
Dari segala upaya yang telah disebutkan di atas, Komara mengaku saat ini masih sulit menembus area kos mahasiswa dan perumahan masyarakat tingkat atas. Pasalnya, akses untuk melakukan peninjauan langsung belum bisa.
Ia berharap, pihak Universitas yang terkait bisa membantu mensosialisasikan gerakan Sicentik ini oleh mahasiswanya. Supaya upaya pengurangan jentik nyamuk bisa lebih maksimal. (*)