Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FOCUS

Menjaga Situs Purba Banjarejo

Penemuan fosil Stegodon atau gajah purba di Banjarejo, Grobogan, Jawa Tengah membuka peluang daerah ini makin dikenal di forum arkeologi internasional

Tayang:
Penulis: Erwin Ardian | Editor: bakti buwono budiasto
tribunjateng/tribunjogja
Temuan fosil gajah purba raksasa di Dusun Kuwojo, Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan bikin geger dunia 

TRIBUNJATENG.COM - Penemuan fosil Stegodon atau gajah purba di Banjarejo, Grobogan, Jawa Tengah membuka peluang daerah ini makin dikenal di forum arkeologi internasional.

Tak hanya fosil gajah purba, temuan fosil kepala banteng purba yang masih lengkap dengan kedua tanduknya juga sempat membuat heboh para arkeolog dunia.

Selain tulang-belulang berusia jutaan tahun, kekayaan sejarah Banjarejo terbilang lengkap, yakni dari masa purba, prasejarah, klasik, Islam, hingga peradaban modern.

Awalnya tanpa sengaja, temuan-temuan benda kuno mulai bermunculan sejak bertahun lalu.

ERWIN A
ERWIN A ()

Bukti peradaban kuno yang pernah mewarnai tanah Jawa, tersaji di Banjarejo melalui temuan kubur batu atau dikenal dengan sebutan kubur budo, guci dan koin kuno dan lesung batu jumbo.

Melengkapi semua temuan itu, beberapa tahun lalu ditemukan artefak fondasi atau dinding batu merah di dataran persawahan Dusun Medang.

Dusun Medang dipercaya dulu adalah bekas pusat Kerajaan Medang Kamulan.

Dalam mitos yang beredar, sang raja, Prabu Dewoto Cengkar kejam luar biasa dan suka memangsa manusia.

Dari Medang pula lahir legenda Aji Saka sekaligus kelahiran aksara Jawa.

Lengkap sudah anugerah berupa benda-benda bersejarah tak ternilai harganya, yang didapatkan Banjarejo.

Kini tinggal bagaimana memanfaatkan ini menjadi keuntungan bagi warga sekitar, Provinsi Jateng, bahkan nasional.

Sayang, pengelolaan Banjarejo sebagai wilayah ditemukannya artefak penting, masih perlu diseriusi lagi.

Penjualan benda-benda bersejarah secara ilegal dari Banjarejo masih marak terjadi.

Jika tak ada tindakan serius dari pihak berwenang untuk mencegah penjualan fosil ilegal, generasi kita di masa yang akan datang yang akan merugi.

Selain berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya sejarah, temuan artefak di Banjarejo juga memiliki potensi besar untuk wisata dan ekonomi daerah setempat.

Memang, Pemerintah Daerah Grobogan sudah merespon dengan meluncurkan Banjarejo sebagai Desa Wisata Purbakala dan Budaya pada 27 Oktober 2016.

Namun apakah itu sudah cukup?

Kondisi saat ini temuan-temuan fosil itu masih berada di lahan pribadi milik warga setempat.

Bahkan koleksi fosil yang sudah tak tertampung lagi di rumah Lurah Banjarejo kini terkesan tak terurus.

Saking banyaknya, koleksi fosil berusia jutaan tahun yang tak ternilai harganya itu hanya diletakkan di teras dan emper rumah.

Perlu tempat yang representatif untuk menampung temuan ini.

Toh ironis rasanya jika benda-benda itu sudah aman selama jutaan tahun, namun justru terbengkalai setelah ditemukan.

Pengelolaan lahan secara komperehensif sangat vital untuk kelangsungan Banjarejo sebagai situs penting.

Wacana pembuatan museum lapangan di Banjarejo yang disambut hangat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo semoga membawa angin segar untuk Banjarejo. (tribunjateng/cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved