Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemerintah Berencana Investasikan Dana Haji di Infrastruktur

Darmin Nasution, berkata rencana pemerintah menggunakan dana haji untuk diinvestasikan ke infrastruktur, hal itu tidak menjadi masalah

Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XI, di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (29/3/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menko Perekonomian, Darmin Nasution, saat dikonfirmasi mengenai rencana pemerintah menggunakan dana haji untuk diinvestasikan ke infrastruktur, menilai, hal itu tidak menjadi masalah.

Pasalnya, investasi dana haji dalam pembangunan infrastruktur justru bisa memberikan nilai tambah.

"Saya belum baca (dana haji untuk infrastruktur-Red). Selama itu dipakai dengan return yang lebih baik apa masalahnya?" ujar dia, di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Darmin menuturkan, dengan diinvestasikannya dana haji di sektor infrastruktur bisa membantu orang banyak, yaitu menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

"Malah membantu orang banyak kan," paparnya.

Presiden Jokowi sempat menyatakan keinginan agar dana haji yang tersimpan di pemerintah bisa diinvestasikan untuk pembangunan infrastruktur yang sudah pasti mendapatkan keuntungan seperti jalan tol dan pelabuhan.

Nantinya, lanjut Jokowi, keuntungan dari investasi itu bisa dipakai untuk menyubsidi ongkos dan biaya haji, sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat.

Anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu memastikan, BPKH siap menjalankan instruksi Presiden untuk menginvestasikan dana haji.

Menurut dia, per audit 2016, dana haji baik setoran awal, nilai manfaat, dan dana abadi umat mencapai Rp 95,2 triliun. Pada akhir tahun ini, total dana haji diperkirakan bakal mencapai sekitar Rp 100 triliun.

“Dana yang bisa diinvestasikan kurang lebih Rp 80 triliun, 80 persen (dari total dana haji-Red),” katanya, seusai dilantik sebagai Anggota BPKH oleh Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/7) lalu.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun memberikan penjelasan soal investasi dana haji pada infrastruktur.

"Dana itu merupakan uang muka daripada jemaah yang mendaftar, tapi naik hajinya mungkin 10 tahun lagi, malah ada (yang berangkat-Red) 30-35 tahun lagi di sini (Sulawesi Selatan-Red)," kata JK, di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Sulawesi Selatan, Jumat (28/7).

Aman

JK menyebut, investasi dana haji di proyek infrastruktur aman.

Dia bahkan memperkirakan ada keuntungan sekitar 15 persen selama 1 tahun, dan juga nilainya lebih tinggi daripada inflasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved