Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

50 Desa di Kabupaten Brebes Rawan Kekurangan Air Bersih

Sebanyak 50 desa di Kabupaten Brebes masuk kategori daerah rawan kekurangan air bersih

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Ilustrasi. Foto - Sejumlah warga lereng Gunung Slamet Pemalang mengantre untuk mendapatkan air bersih dari bak penampungan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Sebanyak 50 desa di Kabupaten Brebes masuk kategori daerah rawan kekurangan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Eko Andalas Muchti, menuturkan, berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau di eks-Karesidenan Pekalongan diperkirakan hingga Oktober 2017 ini.

Pemkab Brebes sudah melakukan antisipasi atas kondisi itu.

"Ada 50 desa rawan kekurangan air bersih. Itu sudah diantisipasi mulai sekarang. Sehingga, warga yang tinggal di desa- desa tersebut tidak lagi mengalami krisis," jelas Eko, Rabu (2/8/2017).

Sebanyak 50 desa yang rawan kekurangan air bersih tersebar di beberapa kecamatan di jalur Pantura dan wilayah tengah Kabupaten Brebes.

Pihaknya juga sudah menyurati para camat di wilayah tersebut, untuk melakukan pendataan terkait kebutuhan air bersih bagi warga desanya yang membutuhkan.

Selain itu, kata dia, BPBD akan berkoordinasi dengan PDAM Brebes dan beberapa BUMN untuk bantuan penyaluran air bersih bagi desa-desa yang masuk kategori rawan di musim kemarau ini.

"Dengan koordinasi ini, tentunya kekurangan kebutuhan air bersih bagi warga di daerah tersebut bisa segera ditangani," ujar Eko.

Ia menjelaskan, BPBD sudah mengajukan  permohonan untuk persetujuan SK Bupati Brebes terkait dengan darurat kekeringan.

Harapannya, dengan dikeluarkannya SK Bupati Brebes itu, pihaknya bisa mengajukan anggaran ke pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

"Mudah-mudahan, di musim kemarau ini, tetap ada hujan turun. Sehingga, suplai air bersih juga tidak terhambat," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved