Tiba-tiba Muncul Mata Air di Bawah Flyover Gombel
Sebelumnya tidak diketahui ada mata air. Adanya mata air tersebut maka yang semula jalan underpass menggunakan aspal diubah perkerasan jalan dengan co
Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Semarang, Danang Triwibowo mengatakan menjelang akhir pekerjaan ditemukan mata air di sisi bawah flyover Gombel sehingga diperlukan perubahan desain.
"Sebelumnya tidak diketahui ada mata air. Adanya mata air tersebut maka yang semula jalan underpass menggunakan aspal diubah perkerasan jalan dengan cor beton. Selain itu juga ada perubahan drainase untuk mengelola air di sana sehingga tidak membahayakan konstruksi," ujarnya.
Perubahan desain tersebut, kata Danang, dianggap sebagai kondisi force majeur sehingga membutuhkan waktu penyelesaian hingga akhir September.
"Karena perubahan desain tersebut, kontraktor tidak dikenakan sanksi sampai batas waktu yang ditentukan. Kalau melebihi akhir September baru dikenakan sanksi administrasi," tandasnya.
Danang berharap masyarakat untuk bersabar selama proses pengerjaan. Pihaknya telah melakukan percepatan pengerjaan dengan menambah jam kerja, tenaga kerja, dan peralatan. "Kami upayakan percepatan jadi mohon masyarakat bersabar dengan kemacetan yang ditimbulkan," ujarnya.
Saat ini sudah dilakukan pengaspalan di flyover Ksatrian. Danang menargetkan flyover Ksatrian dan Gombel selesai dalam waktu sebulan sehingga bisa digunakan.
"Arus kendaraan terhubung flyover Ksatrian dan Gombel jadi harus selesai bersamaan. Meski underpass Gombel belum selesai diharapkan flyover Ksatrian dan Gombel sudah bisa digunakan sehingga dapat mengurai kemacetan," ujarnya. (tribunjateng/cetak/gpe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proyek-underpass-jatingaleh-kota-semarang-1-agustus-2017_20170802_085401.jpg)