Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rumah Dinas Tak Dihuni, Inilah Alasan Pegawai Lapas Nusakambangan Pilih Ngontrak di Luar Pulau

Rumah itu merupakan fasilitas dinas untuk pegawai Lapas Nusakambangan dan keluarganya. Disediakan cuma-cuma untuk menunjang kinerja masing-masing.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Gedung taman kanak-kanak di sisi Lapas Batu Nusakambangan mangkrak tak berfungsi, Senin (7/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Ratusan rumah permanen berdiri kokoh di antara lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Pulau Nusakambangan.

Sebagian rumah itu tak terawat.

Cat tembok rata-rata kusam dan mengelupas.

Beberapa atap bangunan atau plafon telah jebol.

Tumbuhan liar merambati tiang dan dinding beberapa bangunan yang tak dihuni.

Rumah itu merupakan fasilitas dinas untuk pegawai Lapas Nusakambangan dan keluarganya.

Disediakan cuma-cuma untuk menunjang kinerja masing-masing.

Sayang, sebagian besar tak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Mereka memilih mengontrak rumah atau indekos di luar Nusakambangan.

"Lebih banyak yang pilih ngontrak di kota (Cilacap) meski tak ada tunjangan untuk itu. Pegawai yang tinggal di rumah dinas paling-paling yang masih lajang," kata Kepala Lapas Kelas II A Kembang Kuning, Maizar, Senin (7/8/2017).

Keputusan para pegawai pengamanan mengontrak bukan tanpa alasan.

(Baca: Mengundang Dr Ryan Thamrin, Minimal Hotelnya Bintang 4, Pakai Mobil Jenis Ini dan 8 Syarat Lain)

Minimnya fasilitas publik di pulau ini membuat banyak keluarga pegawai tidak kerasan.

Anak-anak mereka kesulitan mengakses pendidikan karena harus menyeberang pulau untuk bersekolah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved