Ganjar Pastikan Daftar di Semarang
Sebenarnya sudah ada rencana untuk mengambil formulir, bahkan sudah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko.
Partainya mempersilakan bagi siapapun untuk mendaftar, baik politikus dari internal kader partai maupun luar partai PDI Perjuangan, akademisi, advokat, dan masyarakat umum yang merasa memiliki kompetensi dan potensi.
"Jadi sekarang masih dibuka pendaftaran. Sejauh ini ada yang sudah daftar dari bupati aktif, wali kota, mantan bupati, akademisi, pensiunan TNI, pengusaha, politikus, dan lainnya," katanya.
Namun, siapapun yang mendaftar juga wajib mengisi surat pernyataan bahwa nantinya harus mendukung nama-nama yang dipilih oleh Ketua Umum.
"Termasuk juga harus siap ketika saat daftar adalah untuk bakal cawagub tapi ternyata oleh ketua umum ditunjuk sebagai calon gubernur, dan sebaliknya. Jadi harus siap,” katanya.
Setelah proses pendaftaran, nantinya akan terlebih dahulu dilakukan tes wawancara pada para pendaftar. Kemudian semua berkas akan dikirim ke DPP untuk dikeluarkan rekomendasi. "Untuk rekomendasi dikeluarkan kapan itu mutlak di Ibu Ketua Umum, kalau pengalaman sebelumnya biasanya mendekati waktu akhir pendaftaran bakal calon oleh KPU," katanya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menegaskan, saat mendaftar, pihaknya tidak melarang jika bakal calon membawa pendukungnya, termasuk mengemas dengan konsep kesenian tradisional dan sebagainya.
Meskipun DPD Jateng telah membuka pendaftaran, bakal calon juga boleh mendaftar di DPP PDI Perjuangan di Jakarta. Namun ia menyarankan, bakal calon sebaiknya mendaftar di DPD saja.
“Saran saya agar ada jalinan emosional sebaiknya daftarnya di DPD dulu, jangan tiba-tiba di DPP,” katanya.
Dicontohkannya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mendaftar bacagub di tahun 2012 juga di DPD PDI Perjuangan Jateng meskipun yang bersangkutan adalah Anggota DPR RI. Bahkan saat mendaftar juga membawa 600 pendukung.
Selain itu, ia juga menegaskan, bakal calon yang akan mendaftar dilarang membawa pendukung yang mengatasnamakan instansi partai. Baik atas nama instansi DPC, PAC maupun ranting. Sebab institusi partai hanya bergerak jika ada perintah DPP.
“Ini bisa menimbulkan dinamika yang tidak sehat. Kalau atas nama kader mendukung ya boleh saja,” katanya.
Pada proses pendaftaran, kata Bambang Pacul, tidak dipungut biaya. Survei ke publik usai pendaftaran akan dibiayai sepenuhnya oleh partai.
“Kalau ada yang mengaku mengatasnamakan partai dan meminta uang, silakan laporkan ke saya, akan saya konfrontir,” tegasnya. (TRIBUNJATENG/CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ternyata-ganjar-piawai-main-rebana_20170518_122350.jpg)