Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Garuda Indonesia Punya Rencana Beli Pesawat Kargo Sejak 5 Tahun Lalu, Tapi . . .

"Ada kendala tertentu sehingga kami belum bisa memiliki pesawat freighter. Padahal rencana itu sudah ada lima tahun yang lalu,"

Penulis: raka f pujangga | Editor: bakti buwono budiasto
tribunjateng/hermawan handaka
PT Garuda Indonesia Tbk menyiapkan 61.324 kursi penerbangan ekstra untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang Lebaran. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Garuda Indonesia Kantor Cabang Semarang tak pernah mengesampingkan potensi pasar kargo yang ada di Jawa Tengah.

General Manager Garuda Indonesia Cabang Semarang, Dewa Rai menjelaskan, sudah sejak lima tahun yang lalu sebenarnya Garuda Indonesia sudah berencana untuk memiliki pesawat freighter (pesawat kargo).

Namun, karena kendala tertentu membuat rencana itu masih sebatas impian saja.

"Ada kendala tertentu sehingga kami belum bisa memiliki pesawat freighter. Padahal rencana itu sudah ada lima tahun yang lalu," jelas dia, Rabu (9/8/2017).

Baca: Setahun Pelajari Kota Lama, Mahasiswa Asal Korea Selatan Sarankan Hal Ini pada Warga Semarang

Sehingga, saat ini pihaknya lebih memaksimalkan penggunaan lambung pesawat penumpang untuk mengangkut logistik.

Pesawat penumpang Garuda Indonesia Boeing 737-NG saat ini, memiliki kapasitas angkut mencapai lima ton.

Padahal dalam sehari, terdapat sembilan kali penerbangan dari Semarang yang berarti tersedia muatan sebesar 45 ton.

"Kami tidak bermaksud mengabaikan kebutuhan pengguna jasa pengiriman dan mengutamakan bisnis penumpang. Tapi dari kapasitas angkut yang tersedia saat ini hanya terpenuhi tidak lebih dari 50 persennya," ujar dia.

Baca: Bikin Melongo! TKI Ini Pamer Tas Hermes Seharga Ratusan Juta Rupiah, Fakta di Baliknya Seperti Ini

Diakuinya, sejumlah industri manufaktur di Jateng lebih memilih melalui jalur darat karena volume barangnya melebihi batasan bagasi pesawat.

"Karena volume barangnya besar tidak muat masuk pesawat, mereka lebih memilih untuk mengangkut melalui trucking jalur darat. Karena jarak antara Semarang-Jakarta juga tidak terlalu jauh," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved