Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Harga Emas Antam Bisa Tembus Rp 3,2 Juta/gram Lagi

Harga emas Antam diperkirakan bakal kembali menembus Rp 3,2 juta/gram akibat sejumlah sentimen global.

Editor: Vito
DOK TRIBUN JATENG
Petugas butik Butik Emas Logan Mulia Antam menunjukkan replika logam mulia di PT ANTAM yang berlokasi di rukan DP Mall, Jalan Pemuda, Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang TbK (Antam) pada Sabtu (11/4), naik Rp 3.000 menjadi Rp 2,86 juta/gram dari hari sebelumnya Rp 2,857 juta/gram.

Analis komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, serangan Israel ke Lebanon menimbulkan ketegangan terbaru di Kawasan Timur Tengah, di mana hal itu membuat harga emas bergerak fluktuatif.

Di satu sisi, pembukaan Selat Hormuz diprediksi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan arus transportasi seperti biasanya. 

“Harga emas secara jangka pendek masih fluktuatif, tapi memasuki jangka menengah di kuartal II/2026 kemungkinan harga emas akan stabil,” katanya.

Ibrahim menuturkan, faktor yang mendongkrak harga emas naik bukan hanya faktor geopolitik, tetapi ada beberapa faktor-faktor lain.

Faktor itu di antaranya potensi perang dagang AS dengan Uni Eropa, karena Uni Eropa tidak membantu AS menyerang Iran.

Perang dagang AS dengan China juga masih belum ada satu keputusan pasti, sehingga pada Mei diperkirakan akan ada ketegangan dagang kembali antara AS-Tiongkok. 

Kemudian, faktor permintaan dan penawaran emas. Ibrahim melihat dalam kondisi saat ini bank sentral global kembali membeli logam mulia sebagai satu upaya mengurangi eksposur terhadap dolar AS. “Sehingga ini akan mengangkat harga emas mengalami lonjakan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, arah kebijakan bank sentral AS turut menjadi satu faktor penentu arah harga emas, termasuk pergantian Ketua The Fed dari Jerome Powell ke Kevin Warsh.

Melihat sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan harga logam mulia berkisar Rp 2,83 juta sampai Rp 3,2 juta per gram.

Mengutip dari Kontan, Research & Development ICDX, Tiffani Safinia menyatakan, pergerakan emas ke depan diperkirakan akan tetap volatil, dipengaruhi perkembangan konflik Timur Tengah, serta arah kebijakan moneter global. 

Untuk jangka menengah dan panjang, ia menyebut, tren emas masih didukung permintaan bank sentral dan ketidakpastian global yang berlanjut. 

Dia menambahkan, emas dinilai masih relevan sebagai instrumen lindung nilai, sehingga akumulasi bertahap dapat menjadi pilihan. Diversifikasi portofolio juga tetap menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan risiko.

Tiffani memperkirakan harga emas global pada kuartal II/2026 bergerak di kisaran 4.700-5.100 dolar AS per troi ons seiring dengan kombinasi antara ekspektasi pelonggaran moneter dan risiko geopolitik yang masih fluktuatif. (Tribunnews)

 

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved