Bahas Pertanian, UNS Solo Gelar Konferensi Internasional di Paragon Hotel
Food Smarth Village atau desa mandiri pangan, jelasnya, merupakan kawasan budidaya pertanian skala rumah tangga berbasis inovasi kemandirian pangan
Penulis: akbar hari mukti | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sebelas Maret (UNS) gelar konferensi Internasional bertema lingkungan hidup dan pertanian berkelanjutan.
Acara digelar di Paragon Hotel, Solo, Jumat (11/8).
Adapun, konferensi tersebut mengangkat topik bahasan “The 4th Internasinal Conference On Sustainable Agriculture and Environment”.
Abdul Basit, Direktur Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dalam sambutannya mengatakan, konferensi internasional tersebut terselenggara atas hasil kolaborasi Fakultas Pertanian UNS, Selcuk University, Turki dan Warsawa University of Life Science, Polandia.
Baca: Incar Kursi Gubernur Jateng, Waketum Gerindra Ini Mulai Keliling Jateng
Ia menguraikan, pemerintah Indonesia telah berupaya terkait dengan strategi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
"Di antaranya dengan menciptakan teknologi bibit berkualitas baik. Lalu menciptakan teknologi untuk penggunaan lahan, serta bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim," paparnya.
Ia melanjutkan, selain telah melakukan beberapa upaya di atas, pihaknya juga telah mengimplementasikan satu program pemerintah, yakni program Food Smart Village.
Food Smarth Village atau desa mandiri pangan, jelasnya, merupakan kawasan budidaya pertanian skala rumah tangga berbasis inovasi kemandirian pangan pada lahan sub optimal.
Baca: Duh, Dua Mahasiswa Indonesia Ditahan di Mesir Gara-gara Hal Ini
“Langkah yang telah diupayakan adalah dengan optimalisasi sumber daya lahan dan air melalui pengelolaan air permukaan dan air tanah, peningkatan kesuburan tanah, dan modifikasi iklim mikro. Kami juga memperluas pilihan tanaman pangan berdasarkan zona agroekologi melalui pengembangan berbagai produk pangan," jelasnya.
Prof. Mithat Direk, perwakilan dari Selcuk Unversity, Turki, selaku steering committee dalam sambutannya mengungkapkan, konferensi ini memiliki upaya untuk mengidentifikasi gagasan, praktik dan kebijakan yang membentuk konsep pertanian berkelanjutan.
“Kami melakukan kegiatan ini karena dua alasan. Mengklarifikasi agenda penelitian, dan menyarankan langkah praktis yang sesuai bagi para penggetak ilmu pertanian dalam bergerak menuju pertanian berkelanjutan," ujarnya.
Baca: Pendaftar CPNS Terkendala NIK dan KK? Laporkan ke Dua Link Ini
Ia pun mengatakan, konsep pertanian berkelanjutan masih harus terus berkembang, dan melalui konferensi seperti ini, ia berharap model-model baru dalam konsep pertanian berkelanjutan bakal ditemukan.
"Pertanian berkelanjutan memerlukan komitmen terhadap perubahan kebijakan publik, institusi ekonomi, dan nilai-nilai sosial. Strategi untuk perubahan harus memperhitungkan hubungan yang kompleks, timbal balik dan selalu berubah antara produksi pertanian dan masyarakat luas," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/konferensi-internasional_20170811_162638.jpg)