Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Banyak Wisatawan Tunda Kedatangannya ke Dieng. Ini Penyebabnya

Pihaknya telah menyosialisasikan penutupan jalur utama ke Dieng via Wonosobo sekaligus memberikan pilihan jalur alternatif kepada wisatawan.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/A Prianggoro
Wisatawan terlihat ramai mendatangi Kawah Sikidang di Kawasan Wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA-Sektor pariwisata Dieng terpukul menyusul penutupan jalur utama Dieng via Kejajar Wonosobo sejak 10 Agustus lalu.

Ketua Pokdarwis Pandawa Dieng Alief Fauzi mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Dieng menurun sejak jalur itu ditutup untuk umum.
Tingkat kunjungan wisatawan menurun hingga 75 persen di banding kondisi normal.

"Tetap ada pengaruhnya penutupan itu dengan kunjungan wisatawan di Dieng,"katanya, Rabu (16/8/2017)

Alief mengatakan, sejumlah wisatawan bahkan sempat membatalkan pemesanan untuk menginap di homestay dan berkunjung ke objek wisata Dieng karena penutupan jalur utama itu.

Sebagian lainnya memilih memundurkan jadwal kunjungannya ke Dieng sampai jalur utama itu kembali dibuka untuk kendaraan umum.

Wisatawan yang biasa menggunakan jalur utama via Wonosobo dibuat repot ketika hendak ke Dieng. Sejumlah wisatawan dari Yogyakarta misalnya, harus memutar melewati Banjarnegara-Batur untuk sampai ke Dieng dengan jarak tempuh kurang lebih 2,5 jam dari Wonosobo.

Wisatawan tetap bisa menggunakan jalur utama via Wonosobo menuju Dieng dengan syarat, kendaraan pribadi atau angkutan umum wajib transit di Gardu Pandang sebelum area proyek pemeliharaan jalan di Desa Tieng Kejajar.

Pemerintah telah menyediakan kantong parkir di lokasi itu bagi masyarakat umum atau wisatawan yang akan menuju ke Dieng.

Selanjutnya, mereka harus berpindah ke angkutan umum atau ojek di seberang lokasi proyek untuk mengantarkan mereka menuju Dieng.

"Bisa saja wisatawan transit di gardu pandang dan estafet menggunakan angkutan umum menuju Dieng. Tapi ongkos mereka otomatis jadi bertambah,"katanya

Karena tingkat kunjungan anjlok, potensi pendapatan pengelola maupun masyarakat yang bergantung dari sektor pariwisata ikut menurun selama periode penutupan.

Kendati demikian, Alief optimis, target pendapatan tahunan pihaknya bisa tetap tercapai. Pasalnya, berbagai even wisata yang diselenggarakan pemerintah atau pengelola, semisal Dieng Culture Festival (DCF) berhasil menyedot wisatawan dengan jumlah banyak, sekitar 100 ribu orang.

Pengelola berharap proyek pemeliharaan di jalur utama Dieng via Wonosobo cepat selesai. Dengan demikian, arus lalu lintas menuju Dieng via jalur itu kembali normal sehingga kunjungan wisatawan stabil kembali.

"Peningkatan kunjungan wisatawan pada momentum festival bisa menutupi penurunan kunjungan saat ini. Sehingga target pendapatan tahunan akan tetap tercapai,"katanya.

Wisatawan berfoto di objek wisata gardu pandang di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017).
Wisatawan berfoto di objek wisata gardu pandang di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017). (Tribun Jateng/A Prianggoro)
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved