Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Manajemen Gojek Sesalkan Sweeping kepada Ojek Online Mitranya di Salatiga

Go-Jek menyatakan mitra-mitranya hadir dengan niat baik, mencari nafkah bagi keluarga dan melayani kebutuhan warga setempat.

Penulis: hermawan Endra | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perusahaan transportasi online Go-Jek Indonesia menyayangkan sweeping supir angkot kepada mitranya di Salatiga.

Go-Jek menyatakan mitra-mitranya hadir dengan niat baik, mencari nafkah bagi keluarga dan melayani kebutuhan warga setempat.

"Kami juga hadir dengan niat baik supaya mitra kami, para pekerja di sektor informal, bisa mendapatkan pendapatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Kemudian membantu masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari," ujar PR Manager Go-Jek Indonesia, Rindu Ragilia, melalui pesan singkat kepada Tribunjateng.com, Selasa (22/8/2017) malam.

Dia menyatakan, perusahaannya selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat menghadirkan solusi yang berpihak pada masyarakat, mendukung inovasi, dan membuka kesempatan ekonomi yang luas.

Sebelumnya di Salatiga, penangkapan tiga ojek online mendapat tanggapan Wali Kota Yuliyanto.

“Kami tadi kaget begitu dapat laporan tersebut. Sebenarnya aksi sweeping tersebut tidak boleh karena bertentangan dengan aturan hukum, tak terkecuali di Salatiga. Di sisi lain, kami mengapresiasi mereka karena sweeping-nya tidak (dilakukan) secara anarkis,” kata Yuliyanto.

Dia menjabarkan, tiga driver Go-Jek berikut operatornya itu ditangkap karena diketahui masih beroperasi.

Padahal sesuai imbauan tertulis, ojek online dilarang beroperasi.

Termasuk melarang adanya aktivitasnya dalam bentuk apa pun.

"Tadi mereka yang ditangkap, diserahkan ke Satpol PP Kota Salatiga. Mereka beralasan masih beroperasi karena belum memperoleh pemberitahuan dari pihak manajemen Go-Jek Indonesia. Mendengar itu, kami sampaikan kepada mereka terkait kebijakan di Salatiga, termasuk juga hasil pertemuan kemarin,” imbuhnya.

Ada pula driver Go-Jek yang datang ke Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Diponegoro meminta perlindungan.

“Tadi saya temui yang bersangkutan. Dia khawatir diapa-apakan karena menjadi driver Gojek. Kami sampaikan saja apa adanya. Prinsipnya, jangan sampai nekat untuk beroperasi hingga ada titik terang yang hingga kini masih terus diupayakan oleh Pemkot Salatiga,” ucap Yuliyanto.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Kota Salatiga Susanto membenarkan jika pada pagi hingga siang hari ada aksi sweeping yang dilakukan para awak angkot Salatiga terhadap driver Go-Jek yang diketahui masih beroperasi.

“Kami bersama Plt Kepala Satpol PP Kusuma Aji memberi pengarahan. Intinya, Go-Jek saat ini belum bisa dan dilarang beroperasi. Karena belum ada kata kesepakatan apalagi mengantongi izin. Jangan justru kenekatan mereka akan membuat keruh suasana,” jelas Yuliyanto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved