Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Duh, 18 Desa di Enam Kecamatan di Kendal Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD

Ada 18 desa yang rawan terjadi kekeringan di Kecamatan Ringinarum, Patebon, Ngampel, Cepiring,Pegandon, dan Patean.

Penulis: dini | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Seorang anak menunggu ayahnya yang sedang mengantri air di sumur yang dikelola desa Wonosari, Patebon, Kendal, Jumat (25/08/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG, KENDAL - Memasuki musim kemarau, 18 desa yang berada di enam kecamatan Kabupaten Kendal mulai kekeringan. Satu diantaranya, di Dusun Duren, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel.

Warga Dusun Duren, Sutiyoso (40) mengungkapkan tiap memasuki musim kemarau sumur-sumur warga selalu mengering.

Laki-laki yang bekerja sebagai petani tersebut mengaku sudah satu bulan warga di dusunnya kesulitan mencari air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia terpaksa membeli air untuk minum, masak, dan mandi.

Baca: Ganjar Pranowo Beberkan Cara Tangkal Radikalisme pada Maba Polines

"Tiap kemarau pasti sumur warga pada kering jadi mau gak mau ya beli air," ujarnya, Rabu (30/8/2017).

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Kendal Sigit Sulistyo menegaskan untuk mengantisipasi kekurangan air bersih di Kabupaten Kendal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM dan menyiapkan air bersih.

Baca: VIDEO Mediasi Siswa SMAN 6 Semarang Dipukuli Oknum Guru Gara-gara . . .

Menurutnya ada 18 desa yang rawan terjadi kekeringan di Kecamatan Ringinarum, Patebon, Ngampel, Cepiring,Pegandon, dan Patean.

’’Dari 18 desa baru satu desa yakni Desa Jatirejo yang mengajukan permintaan bantuan air bersih, kemungkinan desa lain yang kekurangan air bersih masih bisa diantisipasi desa sebelah," imbuhnya (*).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved