Kondisi Pariwisata Jateng Bikin Gemes, Andi Irawan: Saya Ingin Ketemu Pak Gub dan Bicara Apa Adanya
Pemerintah Pusat menargetkan kunjungan wisata mancanegara untuk Jawa Tengah sejumlah 2 juta pertahun
Penulis: m nur huda | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Pusat menargetkan kunjungan wisata mancanegara untuk Jawa Tengah sejumlah 2 juta pertahun.
Hal itu dinilai sulit tercapai, karena belum ada langkah kongkret dari Pemprov Jateng untuk melakukan gerakan.
Di sisi lain, tahun ini saja Pemprov Jateng hanya menargetkan sekitar 450 ribu kunjungan wisatawan asing. Sehingga menurut Pengamat Pariwisata yang juga Managing Director Dafam Hotel Management, Andi Irawan, target 2 juta di Jateng seperti mimpi.
"Saya ingin sekali ketemu Pak Gub, ingin ngomong yang detil dan apa adanya, sudah tidak saatnya paparan dan wacana soal pariwisata, sudah tak jamannya wacana, seminar-seminar saja, harus ada gerakan kongkret," kata Irawan saat hadir sebagai salah satu narasumber dalam Forum Jateng yang digelar Kompas Gramedia Grup, di Hotel Grasia Semarang, Selasa (12/9/2017).
Ia mengatakan, dirinya sudah bergelut di dunia pariwisata sejak era Gubernur Bibit Waluyo dan berganti empat Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jateng. namun hingga kini, dinilainya belum ada perubahan signifikan.
"Saya sudah bilang ke kepala dinas, pak beliin banner ke hotel satu-satu (tentang branding wisata ke Jateng). Atau kalau perlu undanglah GM hotel-hotel, harus dibuat komitmen, tapi enggak juga dilakukan. Kegiatannya hanya sekadar rutinitas saja. Maka sampai kapanpun target 2 juta untuk Jateng seperti mimpi," tandasnya.
Disebutkannya, Jateng memang memiliki Candi Borobudur yang sudah dikenal diberbagai penjuru dunia. Akan tetapi, selama ini yang melakukan promosi adalah dari Yogyakarta dan yang menikmati pendapatannya pun juga orang Yogyakarta.
"Maka kalau perlu semua hotel dan pemangku wisata datang di satu forum, harus kongkret, bukan paparan saja. Sebab kita promo saja tidak mengerucut, kita gemes saja," ujarnya.
Menurutnya, kerja sektor pariwisata harus ada empat hal yaitu kerja keras, ikhlas, smart dan tuntas.
Di Jateng, aspek smart dan tuntas belum dijalankan. Berbagai kegiatan pameran selalu diikuti hingga luar negeri dan bahkan menggelarnya, namun tak ada langkah kongkret sampai tuntas.
"Kerja smart dan tuntas mesti dilakukan," katanya.
"Saya gemes dengan Karimunjawa yang lebih bagus dari Raja Ampat. Bahkan Perancis memuja Karimunjawa, dan ada yang mau investasi di Jepara, problemnya adalah transportasi," katanya.
Ia kembali menyebutkan, ia sudah berdiskusi dengan empat Kepala Dinas Pariwisata di Provinsi Jateng, akan tetapi tak ada gerakan yang bisa dijadikan acuan.
"Empat kepala dinas sudah mengobrol, saatnya Jateng gerak. Jateng sangat bagus dan banyak potensinya tapi harus dikemas. Even-even (promosi) yang ada bukannya jelek, tapi tidak konsisten dan menyeluruh," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekda_20170912_113546.jpg)