Wow, Asma Dewi Kirim Rp 75 Juta ke Saracen, Untuk Apa Ya?
Polisi menemukan aliran dana Rp 75 juta ke anggota inti Saracen, kelompok pembuat berita yang mengandung ujaran kebencian
i
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Polisi menemukan aliran dana Rp 75 juta ke anggota inti Saracen, kelompok pembuat berita yang mengandung ujaran kebencian.
Dana tersebut dikirim oleh Asma Dewi, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Sulawesi Utara.
Asma Dewi ditangkap di kompleks AKRI, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/9) pekan lalu. Rumah itu merupakan rumah kakak Asma Dewi, yang seorang anggota Polri dan bertugas di Mabes Polri.
Sesuai KTP, Asma Dewi adalah ibu rumah tangga dan beralamat di Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan.
Namun, selama ini, Asma Dewi tinggal di Sulawesi Utara.
Baca: Setya Novanto Ketahuan Dirawat di Rumah Sakit Ini, Ada Dua Pengawal yang Jaga Ketat
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto menjelaskan, polisi menemukan petunjuk bahwa Asma Dewi pernah mengirim uang kepada NS, anggota inti Saracen. "Penyidik sementara dapat info yang bersangkutan transfer uang senilai Rp 75 juta ke NS," ujar Setyo kepada wartawan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (11/9).
Selanjutnya, NS mengirim uang tersebut D.
Dalam catatan mutasi bank disebutkan, uang tersebut untuk membayar Saracen.
"Kemudian D transfer ke R yang merupakan bendahara Saracen," kata Setyo.
Potongan-potongan informasi tersebut masih perlu didalami. Menurut Setyo, polisi masih menyelidiki aliran dana dari Asma Dewi kepada anggota Saracen tersebut.
"Untuk pembuktian lebih lanjut Direktorat Tindak Pidana Siber sedang kerja sama dengan PPATK karena ini menyangkut transaksi keuangan bank," katanya.
Polisi juga masih melacak keberadaan NS dan beberapa anggota Saracen lainnya. Setyo menambahkan, polisi juga akan mendalami keterkaitan Asma Dewi dengan salah satu pasangan calon gubernur/wakil gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Kepala Daerah )Pilkada) lalu.
Baca: Setnov Batal Sambangi KPK, Kata Sekjend Golkar : Setelah Main Tenis Meja, Setnov Tiba-tiba Terjatuh
Namun Setyo mengaku tidak ingin cepat mengambil kesimpulan bahwa Asma Dewi terkait dengan paslon cagub tersebut.
"Itu jadi salah satu poin yang nanti kami dalami," katanya.
Setyo juga menyatakan, polisi tidak ada berspekulasi.
"Kami tidak boleh berandai‑andai, kami harus periksa dulu. Kalau memang faktanya seperti itu, nanti kami sampaikan kepada rekan‑rekan," katanya.
Mengenai posisi penangkapan di rumah polisi, Setyo mengatakan, Dewi memiliki dua saudara polisi aktif.
"(Kakak Polwan) Ada di Mabes Polri. Kakak laki-lakinya saya lupa, itu junior saya," kata Setyo.
Setyo memastikan, kedua kakak Dewi tidak terlibat dengan tindak pidana adiknya. Namun, kedua polisi itu akan dimintai keterangannya untuk menggali soal aktivitas keseharian Dewi. "Pasti akan dimintai keterangan," kata Setyo.
Tamasya Almaidah
Menurut penelusuran Tribunnews.com pada akun Facebook Asma Dewi Ali Hasjim yang diduga milik Asma Dewi, terdapat postingan yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pasangan Anies Baswedan‑Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta.
Saat hal itu ditanyakan kepada Setyo, dia mengaku belum data lebih lengkap tentang Asma Dewi. "Saya belum dapat datanya itu tapi yang jelas mereka melakukan ujaran kebencian yang menurut penyidik layak untuk ditindak ternyata dia mempunyai aliran dana ke Saracen," katanya.
Nama Asma Dewi disebut-sebut merupakan bagian dari Tamasya Al Maidah.
Gerakan tersebut aktif saat Pilkada DKI Jakarta pada April 2017 lalu.
Baca: Dibungkus Bed Cover, Pasutri Ini Ditemukan Tewas di Sungai Klawing, Banyak Bercak Darah
Mereka memobilisasi massa dari daerah ke Jakarta untuk mengawal proses pemilihan kepala daerah.
Nama Dewi beserta nomor ponselnya juga tercantum dalam pamflet Tamasya Al Maidah yang tersebar di media sosial.
Dalam selebaran itu, Dewi merupakan salah satu dari tiga orang yang bisa dihubungi berkaitan dengan gerakan tersebut. Namun, kini ketiga nomor tersebut tidak aktif ketika dihubungi Kompas.com.
Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo, membantah bahwa Dewi merupakan koordinator ataupun panitia Tamasya Al Maidah. Menurut dia, Dewi hanya berperan sebagai sukarelawan.
"Dia hanya salah seorang yang simpati dan ikut bantu (dalam gerakan Tamasya Al Maidah--Red)," kata Ansufri. (Tribun Network/fah/kps)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/asma-dewi_20170911_234104.jpg)