Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wisatan Dieng Kembali Menggeliat, Proyek Pengerjaan Jembatan Sudah Selesai

Sejak jalur utama kembali dibuka pada 4 September lalu, kunjungan wisatawan ke Dieng kembali normal.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/A Prianggoro
Wisatawan berfoto di objek wisata gardu pandang di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA- Pembukaan jembatan bailey di jalur utama menuju objek wisata Dieng di desa Tieng Kejajar Wonosobo per 4 September 2017 lalu membuat sektor pariwisata Dieng kembali bergeliat.

Industri pariwisata Dieng sempat terpukul seiring dengan penutupan jalur utama via Kajajar Wonosobo mulai 10 Agustus hingga 3 September 2017 lalu.

Tingkat kunjungan selama periode itu menurun signifikan lantaran banyak wisatawan batal berkunjung atau memilih menunda perjalanan ke Dieng sambil menunggu proyek selesai.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng Banjarnegara Ibnu Hasan mengatakan, sejak jalur utama kembali dibuka pada 4 September lalu, kunjungan wisatawan ke Dieng kembali normal.

"Dulu waktu jalur ditutup, ongkos untuk ke Dieng jadi bertambah, sehingga banyak wisatawan memilih tunda perjalanan. Sekarang sudah lancar lalu lintas sehingga kunjungan kembali pulih,"katanya, Sabtu (16/9)

Di sisi lain, Ibnu memastikan, peningkatan status gunung api Dieng ke level waspada per 14 September 2017 lalu tidak mempengaruhi sektor pariwisata Dieng. Kunjungan wisatawan tetap normal hingga sekarang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan, objek wisata Dieng aman dikunjungi. Rekomendasi potensi bahaya hanya diterapkan pada radius 1000 meter dari bibir kawah Sileri serta sekitar kawah Timbang.

Sementara di luar dua kawah itu, semisal kawah Sikidang, kawah Candradimuka dan lainnya tetap aman dikunjungi.

Penutupan objek wisata hanya berlaku di kawah Sileri dan D Qiano Waterpark yang terletak sekitar 150 meter dari bibir kawah Sileri.

Jalan akses menuju kawah Sileri juga sudah ditutup untuk umum untuk menghindari potensi bahaya.

Ibnu membenarkan, jalan itu merupakan penghubung menuju beberapa objek wisata Dieng Zona II, antara lain curug Sirawe dan pemandian air panas dusun Bitingan desa Kepakisan.

Kendati demikian, Ibnu mengatakan, pihaknya tak begitu mengkhawatirkan pengaruh penutupan jalan itu terhadap kunjungan wisatawan di beberapa objek wisata itu.

Pasalnya, objek wisata Zona II Dieng, menurut Ibnu, memang belum jadi prioritas wisata yang digenjot oleh pemerintah daerah.

"Prioritas kami saat ini masih di Zona I di antaranya Candi Arjuna, kawah Sikidang dan Museum Kaliasa. Zona II belum karena jalan aksesnya sebagian masih sulit,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved