Taruna Akpol Terbunuh

Ternyata Ada Istilah-istilah Unik untuk Hukuman Fisik di Kalangan Akpol

Sering ada pertanyaan mengapa masih ada orang atau siswa yang meninggal dunia di lembaga pendidikan?

Net
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sering ada pertanyaan mengapa masih ada orang atau siswa yang meninggal dunia di lembaga pendidikan?

Jawabannya, karena dalam pendidikan itu ada unsur pendisiplinan. Untuk lembaga tertentu (militer, kepolisian), pendisiplinan taruna atau siswa adalah sangat penting.

Karena nanti setelah lulus, mereka akan jadi kesatuan. Hanya saja, kenapa masih ada pendisiplinan dengan cara kekerasan. Akhirnya kekerasan itu ditiru dan diterapkan berkelanjutan kepada adik kelas atau juniornya.

Di kalangan Akpol ada beberapa istilah untuk hukuman fisik. Antara lain

1. Sikap Tobat
Posisi sujud lutut dan pantat diangkat dengan tumpuan kepala dan kaki serta kedua tangan seperti istirahat di pinggang.
2. Sikap Marching
Posisi berdiri dengan bertumpu pada dua lutut dan kedua tangan di belakang pinggang seperti istirahat.
3. Sikap roket / Head Stand
Posisi kepala di bawah sebagai tumpuan di bantu kedua tangan dengan kaki lurus ke atas menempel dinding.
4. Kipas Cendrawasih
Menampar berulang kali dan bolak balik di bagian pipi kanan maupun kiri.
5. Dewa Ruci
Dipukul/pecut pada pangkal paha bagian belakang. Dapat dilakukan posisi berdiri atau membungkuk.
6. Pukulan Tag Team
Memukul yang dilakukan oleh dua orang dari arah kanan dan kiri secara bersamaan.
7. Pukulan Roda Gila
Pukulan menggunakan tangan terkepal atau siku dimana posisi yang dipukul telentang diangkat oleh teman lainnya. (tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved