Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SERU! Usai Kirab, Ratusan Warga di Kabupaten Semarang Ini Malah Perang Lumpur

Dia terlihat berlari cepat menuju ke Balai Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jumat (22/9/2017)

Penulis: suharno | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/SUHARNO
Perang lumpur yang kerap disebut 'Popokan' ini merupakan rangkaian Kirab Sedekah Desa Sendang yang berlangsung Jumat sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang wanita berlari di jalan yang kanan kirinya diapit sawah.

Dia terlihat berlari cepat menuju ke Balai Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Jumat (22/9/2017).

Wanita bernama Ana Kurniasari (29) ini berlari tergesa-gesa untuk menghindari lemparan lumpur dari sejumlah orang.

Di jalanan desa tersebut, ratusan orang yang merupakan warga desa setempat saling melempar lumpur tanpa mengenal arah.

Baca: Ayahnya Meninggal karena Jatuh di Arab Saudi, Keluarga Bilang Begini

Perang lumpur ini terjadi hampir selama satu jam di jalanan Desa Sendang.

Hampir semua warga, pakaian hingga anggota tubuhnya berlumuran lumpur.

Perang lumpur yang kerap disebut 'Popokan' ini merupakan rangkaian Kirab Sedekah Desa Sendang yang berlangsung Jumat sore.
Perang lumpur yang kerap disebut 'Popokan' ini merupakan rangkaian Kirab Sedekah Desa Sendang yang berlangsung Jumat sore. (TRIBUN JATENG/SUHARNO)

Perang lumpur yang kerap disebut 'Popokan' ini merupakan rangkaian Kirab Sedekah Desa Sendang yang berlangsung Jumat sore.

Sebelum perang, sekitar 500 warga Desa Sendang melaksanakan kirab dengan berjalan sepanjang satu kilometer menuju ke balai desa.

Baca: Ingin Berburu Makanan di Akhir Pekan?Datang Saja ke Festival Kuliner Salatiga

Peserta kirab membawa gunungan hasil bumi serta memakai kostum beraneka macam.

Tidak terkecuali Ana Kurniasari yang dikejar warga untuk dilempari lumpur pada acara Popokan ini.

Wanita asal Dusun Sendang RT 06 ini memakai pakaian unik yang dihiasi oleh aneka tumbuhan.

"Dusun kami mengangkat tema 'Go Green' (penghijauan) karena acara ini kan bertujuan untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena diberi alam yang berkelimpahan di desa kami," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved