Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KRISIS ROHINGYA

Jusuf Kalla Tawarkan Formula Ini untuk Selesaikan Konflik Rohingya

Jusuf Kalla atau JK mengatakan formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia merupakan satu cara yang bisa dilakukan dunia, sebagai solusi untuk rohingya

Editor: bakti buwono budiasto
KOMPAS.com/MOH NADLIR
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan bahwa tak mungkin ada dua calon gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar di Pilkada Jabar 2018 mendatang. Jakarta, Selasa (22/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan dunia, untuk menyelesaikan persoalan Rohingya di Myanmar.

"Formula 4+1 yang kita tawarkan itu yang bisa diterima kedua belah pihak, dan merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan kasus Rohingya," kata JK usai pidato di News York, Amerika Serikat, Kamis (21/9).

Lebih lanjut, JK menjelaskan, yang paling utama saat ini adalah membuka akses agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Myanmar untuk membantu pengungsi Rohingya.

Baca: Warga Lempar Bom Molotov ke Kapal Pengangkut Bantuan Rohingya

Pemerintah Indonesia telah menawarkan formula 4+1 untuk masalah Rohingya. Formula 4+1 tersebut adalah:

 1. Mengembalikan stabilitas dan keamanan.

2. Menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan.

3. Perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama.

4. Pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

Sedangkan, satu elemen lainnya adalah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasihat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan dapat segera diimplementasikan.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence berbicara, keras mengenai krisis Rohingya di Myanmar. Ia mengecam apa yang dia sebut sebagai "eksodus bersejarah" orang Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh karena menghadapi serangan-serangan bengis.

Baca: Diduga Tak Kuat Asap Pembakaran, Warga Kudus Ditemukan Tewas di Ladang Tebu

Berbicara pada pertemuan penjagaan perdamaian PBB hari Rabu (20/9), Pence mengatakan dunia menyaksikan sebuah "tragedi besar yang sedang berlangsung" di negara Asia Tenggara yang juga dikenal sebagai Burma itu.

"Baru-baru ini, pasukan keamanan Burma menanggapi serangan militan di pos terdepan pemerintah dengan kebiadaban mengerikan, desa dibakar, memaksa orang-orang Rohingya lari dari rumah mereka," kata Pence di Majelis Umum PBB.

Baca: Nikmati Akhir Pekan dengan Tonton Sepakbola, Berikut Jadwal Siaran Langsungnya

"Gambar-gambar kekerasan dan korbannya telah mengejutkan rakyat Amerika, dan orang-orang baik di seluruh dunia," ujar Pence.

Selama sebulan ini, lebih dari 400.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar, di mana mereka menghadapi pelanggaran HAM dan diskriminasi. Pence mencatat bahwa puluhan ribu orang yang melarikan diri dengan berjalan kaki adalah anak-anak. (Voa/Lip6)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved