Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dulu hanya Pemasok Bahan, Kini Aryani sudah Ekspor Kerajinan Eceng Gondok

Yuyun Kadarini Zunnur’Aini yang biasa disapa Aryani kini jadi pemasok eceng gondok kepada sejumlah perajin di beberapa daerah.

Tayang:
Editor: iswidodo
tribunjateng/magang/UKSW
Aryani yang dulu hanya pemasok bahan kini sudah produksi aneka kerajinan sendiri. Bahkan sudah ekspor ke beberapa negara. Tempat usaha kerajinan di Aryani Art berlokasi di Jl Fatmawati no. 81 Lopait Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai pusat penjualannya. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Ulet dan kreatif. Itulah Yuyun Kadarini Zunnur’Aini dalam merintis usaha mebel berbahan dasar eceng gondok. Aneka kerajinan berbahan eceng gondok sudah dia hasilkan sejak 1997.

Eceng gondok sendiri merupakan tanaman gulma yang biasanya tumbuh subur di daerah yang memiliki kadar air dengan kandungan garam yang rendah seperti tanah basah, kolam-kolam dangkal, sungai, dan rawa-rawa. Sebut saja di Rawapening yang mudah dijumpai eceng gondok dalam jumlah besar.

Yuyun Kadarini Zunnur’Aini yang biasa disapa Aryani kini jadi pemasok eceng gondok kepada sejumlah perajin di beberapa daerah.

Aryani yang dulu hanya pemasok bahan kini sudah produksi aneka kerajinan sendiri. Bahkan sudah ekspor ke beberapa negara. Tempat usaha kerajinan di Aryani Art berlokasi di Jl Fatmawati no. 81 Lopait Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai pusat penjualannya.
Aryani yang dulu hanya pemasok bahan kini sudah produksi aneka kerajinan sendiri. Bahkan sudah ekspor ke beberapa negara. Tempat usaha kerajinan di Aryani Art berlokasi di Jl Fatmawati no. 81 Lopait Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai pusat penjualannya. (tribunjateng/magang/UKSW)

"Modalnya Rp 35.000 waktu itu. Satu kilogram eceng gondok kering harganya masih Rp 1.000, kalau sekarang sudah Rp 4.000 sampai Rp 7.000 dari petani.” kata Aryani kepada tribunjateng.com, Minggu (10/9/2017) silam.

Berawal dari menjadi pemasok eceng gondok, Aryani akhirnya memutuskan untuk belajar membuat aneka kerajinan. Memulai hanya seorang diri, wanita berusia 47 tahun itu kini telah memiliki puluhan karyawan yang terbagi di 4 lokasi produksi di sekitar danau Rawapening. Aryani pakai nama Aryani Art berlokasi di Jl. Fatmawati no. 81 Lopait Tuntang, Kabupaten Semarang sebagai pusat penjualannya.

Dalam sehari, rumah produksi Aryani membuat 5-10 mebel dalam berbagai bentuk seperti lampion, vas bunga, kursi, meja, hingga gebyok manten atau kursi pelaminan.

Ada juga bikin produk ukuran kecil, misal pensil kayu berhias eceng gondok Rp 1.500 dan gebyok manten hingga Rp 15 juta lengkap dengan hiasannya.

Untuk mebel seperti kursi dan kayu, Aryani hanya mematok harga ratusan ribu rupiah, tergantung dari ukuran dan kerumitan.

Para pembeli mebel berbahan dasar eceng gondok pun beragam dan berasal dari berbagai daerah.

Banyak wisatawan dari luar kota seperti Jogjakarta, Jakarta dan Bandung yang sengaja datang langsung untuk membeli dan memesan mebel buatan Aryani ini. Tak hanya itu, mebel karya Aryani ini juga telah beberapa kali diekspor ke berbagai negara.

"Saya sudah pernah kirim ke Eropa, Asia, dan Afrika. Ke Cina, Swedia juga pernah. Orang luar (negeri) lebih suka menggunakan mebel berbahan dasar eceng gondok karena lebih awet, tapi biasanya mereka akan membeli model dan bentuk yang baru setiap 4 sampai 6 bulan sekali," terang Aryani.

Aryani menambahkan, pemilihan eceng gondok sebagai bahan dasar mebel karena bahannya yang awet dan mudah dirawat. Mebel berbahan dasar eceng gondok akan bertahan lama jika diletakkan di tempat yang tidak lembab.

"Kalaupun terpaksa diletakkan di tempat lembab, mebel harus dijemur di bawah sinar matahari setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Jangan sampai timbul jamur," terangnya.

Dia terus berinovasi biar berkembang usahanya. Ada bentuk baru dan dikreasikan dengan bahan lain supaya indah.

"Saya biasanya membuat berbagai macam bentuk baru dan menggabungkan beberapa bahan lain seperti pelepah pisang, pandan, dan rotan. Saya juga menerima pesanan mebel sesuai dengan keinginan pembeli. Jadi, itu juga menambah ragam dalam bentuk mebel di sini," tutur Aryani.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved