Perilaku Sopir BRT Trans Semarang jadi Sorotan Masyarakat, Ada 200 Aduan dari Warga

Ada yang bercanda di kanal Lapor Hendi,'pak Wali, coba dicek sopir BRT, SIM-nya masih berlaku apa tidak, kok pada gak paham aturan lalu lintas.

Perilaku Sopir BRT Trans Semarang jadi Sorotan Masyarakat, Ada 200 Aduan dari Warga
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) BRT Trans Semarang, Ade Bhakti (tengah), saat menggelar pemeriksaan armada BRT di Jalan Pemuda Kota Semarang, Minggu (24/9/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Sekitar 200 aduan terhadap BRT Trans Semarang disampaikan oleh masyarakat kota Semarang pada periode Juli - September 2017.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) BRT Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menuturkan keluhan tersebut diperoleh dari beberapa kanal yaitu pada kanal Lapor Hendi, Hotline pengaduan di 08112884447 dan sosial media milik trans semarang.

Ia menjelaskan masyarakat Semarang mulai kritis terhadap pelayanan BRT. Dari pengamatannya, masyarakat mengkritisi dari tingkah laku sopir. Bahkan, menurut Ade, sampai masa berlaku KIR pada armada BRT pun tak luput dari kritisi masyarakat

"Ada yang bercanda di kanal Lapor Hendi,'pak Wali, coba dicek sopir BRT, SIM-nya masih berlaku apa tidak, kok pada gak paham aturan lalu lintas melanggar lampu merah," ujar Ade membacakan keluhan tersebut.

Ade mengungkapkan, saat ini ia berkoordinasi dengan PPNS Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk berkerjasama dengan Satlantas Polrestabes Semarang untuk menggelar operasi penegakan hukum untuk menggelar razia terhadap unit bus Trans Semarang.

"Tugas kami hanya mengingatkan ke operator, karena komponen biaya untuk uji KIR sudah termasuk dalam komponen perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang seharusnya operator juga sudah paham bahwa hal tersebut sudah menjadi tanggung jawabnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Hasil Operasi yang digelar Minggu (24/9/2017) di Jalan Pemuda tepatnya di depan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mengejutkan. 11 unit bus BRT telah habis masa KIR-nya.

Selain itu ada lima sopir bus yang kedapatan SIM-nya telah mati dan tiga unit bus yang Kartu Pengawas Izin Trayeknya yang habis.

Kepala Dishub Kota Semarang, M Khadik,  menuturkan dari hasil operasi ini, Dishub Kota Semarang akan memberikan teguran untuk para operator agar segera menindaklanjuti hasil operasi tersebut.

"Kami akan tegur para operator karena ini telah melanggar perjanjian kontrak," ujarnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved