Kembangkan Teknologi Ozon, Nur Klaim Bisa Awetkan Cabai Hingga Dua Bulan
Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Yos Johan Utama meresmikan teaching industry untuk melahirkan wirausahawan di dunia teknologi ozon
Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Yos Johan Utama meresmikan teaching industry untuk melahirkan wirausahawan di dunia teknologi ozon pada Sabtu (23/9).
Teaching industry akan menjadi pusat membuat manufaktur produk berbasis teknologi plasma yang berguna untuk mengawetkan berbagai pangan.
Teaching Industri Undip di pelopori oleh Center for Plasma Research (CSR) telah memproduksi beberapa alat, dua di antaranya menciptakan Air Purifier yang bekerjasama dengan PT Dipo Technology dan Generator Ozon yang telah dimanfaatkan di Universitas Padjajaran.
Penggagas Teaching Industry Undip, Dr Muhammad Nur DEA menjelaskan, Teaching Industry merupakan pencapaian tertinggi dari perjalanan riset yang sudah menghasilkan produk atau publikasi.
Baca: Jelang Pilgub Jateng, PKS Wawancari Sudirman Said
"Tidak cukup menghasilkan produk, tetapi harus bisa diindustrialisasi. Jadi, ini semacam industri mini dalam kampus yang berbasis hasil penelitian, seperti generator ozon yang sudah kami produksi," katanya.
Ia mengatakan generator ozon sudah dimanfaatkan oleh Universitas Padjajaran, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tanah Karo untuk bawang merah, Gapoktan Mutiawa Organik Magelang, dan sebagainya.
"Ini merupakan pembangkitan ozon dalam teknologi plasma. Jadi, bisa mengawetkan produk sayuran dan buah-buahan dalam waktu sangat lama, seperti cabai yang tetap segar dalam dua bulan," katanya.
Untuk alat yang sudah diproduksi, kata dia, nilainya sekitar Rp 40 juta, tetapi jika sudah dikemas dalam bentuk "cold storage" dipasarkan sekitar Rp 150 juta dengan 90 persen komponen dalam negeri.
Baca: Menkopolhukam Benarkan ada Pemesanan Senjata Api, Tapi Hanya Segini
"Kalau hanya 1-2 petani memang agak berat. Makanya, kami mendorong kelompok tani atau koperasi. Kami juga sudah bekerja sama dengan 40 gapoktan cabai di Kabupaten Magelang," katanya.
Nur, yang juga merupakanKetua PT Dipo Technology sekaligus dosen Matematika dan Sains Undip, mengungkapkan, ozon menjadi terobosan di dunia teknologi dalam menjamin ketahanan pangan.
"Terkadang yang menyebabkan petani merugi dan banyaknya komoditas langka karena gagal panen.Kami ciptakan teknologi ozon sebagai solusi untuk masalah itu," tambahnya.
Dalam peresmian Teaching Industry Undip, juga dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir. Dalam kesempatan ini, M Nasir mengimbau kalangan dosen perguruan tinggi dalam melakukan riset atau penelitian harus melihat kebutuhan pasar industri.
"Biasanya, dosen meneliti kan `commonsense`, tidak melihat apa yang dibutuhkan pasar atau industri," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menristekdikti-m-nasir-resmikan-teaching-industry-dan-agro-tecno-park-undip_20170924_124958.jpg)