HORE, Unggah Cuitan Tak Harus Disingkat Lagi. Twitter Menguji Coba Karakter Jadi 280
Twitter menambah karakter dari sebelumnya hanya 140 karakter kini menjadi 280 karakter bagi pengguna.
TRIBUNJATENG.COM - Twitter menambah karakter dari sebelumnya hanya 140 karakter kini menjadi 280 karakter bagi pengguna. Hanya saja, penambahan ini masih dalam masa uji coba dan hanya segelintir pengguna yang bisa memanfaatkan penambahan ruang berekspresi ini.
Menuangkan pikiran dalam karakter yang terbatas rupanya 'biang frustasi'. Demikian disampaikan platform media sosial tersebut lewat sebuah postingan di blog.
Di tengah melambatnya pertumbuhan Twitter, perubahan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik serta menjadi perhatian pengguna baru.
"Berpikir ekstra keras untuk memadatkan pikiran dalam satu Tweet, saya kira semua pernah menghadapi situasi semacam ini," tulis manajer produk Twitter Aliza Rosen dikutip dari laman BBC Indonesia, Kamis (28/9/2017).
Menurut Rosen, saat ini, Twitter juga mengujicobakan layanan baru tersebut ke berbagai pengguna bahasa, di antaranya Jepang, China, dan Korea, yang selama ini bisa menyampaikan informasi lebih banyak lewat satu karakter.
"Kami paham, buat yang sudah memakai Twitter bertahun-tahun, ada kedekatan emosional tersendiri lewat teks 140 karakter. Kami merasakannya juga," imbuhnya.
(Baca: Permudah Aduan Masyarakat, Pemprov Jateng Kerjasama dengan Twitter Asia Pasific)
"Tapi, kami sendiri sudah mencoba Twit yang lebih panjang, ada peluang yang berbeda dan kami jatuh cinta dengan format baru yang tetap singkat dan terbatas ini," kata dia.
Pendiri Twitter, Jack Dorsey, merupakan satu pengguna yang sudah menjajal Twitter yang memberi batasan 280 karakter tersebut. "Perubahannya kecil tapi ini satu langkah besar buat kami," kata dia.
Lewat perhatian konstan terhadap ujaran kebencian, bot propaganda, dan trolling - Anda mungkin heran kenapa Twitter sibuk mengkhawatirkan perkara melipatgandakan batasan karakter.
Jack Dorsey mengatakan, sesungguhnya, batasan 140 karakter hanya perkara keterbatasan teknis. Selama bertahun-tahun, layanan Twitter tidak khawatir akan persoalan tersebut.
Lalu, kenapa tidak ditambah panjang beberapa tahun lagi? Kalau lebih lama lagi, keputusan berubah itu tidak punya efek dramatis lagi.
Twitter berharap, lewat perubahan ini, pengguna lebih terlibat dan perhatian pengguna juga tertuju pada perubahan tersebut.
Bagi yang bergerak di bidang pemasaran, mereka kemungkinan menginginkan cuitan di Twitter bisa memuat karakter yang lebih panjang sehingga pesan mereka betul-betul sampai. Dan, kemungkinan juga, Twitter meminta biaya ekstra dari mereka.
(Baca: Konsisten Komunikasi dengan Rakyat Jateng Gunakan Twitter, Gubernur Ganjar Raih Penghargaan MURI)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/twitter_20170928_171033.jpg)