Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ini Saat-saat Penentuan Bagi Upaya Kemerdekaan Catalunya

Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, dijadwalkan berpidato di parlemen, Selasa (10/10) petang, untuk menyampaikan hasil referendum kemerdekaan.

Editor: sujarwo
EPA
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Catalunya sebagai bentuk dukungan atas upaya kawasan ini berpisah dari Spanyol. 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, dijadwalkan berpidato di parlemen setempat, Selasa (10/10/2017) petang, untuk menyampaikan hasil referendum kemerdekaan yang digelar pada 1 Oktober.

Di depan para anggota parlemen, Puigdemont akan memaparkan hasil referendum kemerdekaan yang oleh pemerintah di Madrid dikatakan tidak sah.

Referendum diikuti oleh sekitar 43% dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90% mendukung kemerdekaan Catalunya.

Beredar spekulasi bahwa Puigdemont akan mengumumkan secara sepihak kemerdekaan Catalunya.

Soalnya Puigdemont dalam beberapa kesempatan sudah menegaskan akan mendeklarasikan kemerdekaan Catalunya meski mendapat penentangan luas, baik dari dalam Spanyol maupun dari sejumlah negara di Eropa.

Sejumlah analis memperkirakan -dengan melihat perkembangan terbaru- Puigdemont tidak secara eksplisit mengumumkan kemerdekaan Catalunya.

Ia, bisa jadi, akan menyampaikan semacam 'peta jalan atau rencana strategis' dengan harapan suatu saat nanti Catalunya dibolehkan menggelar lagi referendum yang hasilnya akan diakui dan mendapat pengakuan luas.

Apa pun yang ia sampaikan, semua mata akan tertuju ke dirinya dan pidatonya tersebut secara otomatis mengawali periode 48 jam di mana Catalunya bisa mengumumkan kemerdekaan dari Spanyol.

Bisa jadi, pemerintah di Madrid sudah memperkirakan kemungkinan terburuk dan akan mengirim tambahan ribuan personel polisi untuk mengamankan kompleks parlemen Catalunya, lapor wartawan BBC di Barcelona, Tom Burridge.

Diminta berdialog
Polisi bisa diminta untuk melakukan intervensi jika dipandang perlu oleh pemerintah di Madrid.

Sejak awal pemerintah Spanyol pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy menolak referendum dan akan mengambil langkah apa saja untuk mencegah pemisahan diri Catalunya.

Para politisi di Spanyol mendesak agar Puigdemont dan PM Rajoy menggelar dialog untuk menyelesaikan krisis. Keduanya juga diminta menjaga suasana tetap kondusif sehingga mediasi atau dialog bisa digelar.

Seruan antara lain juga datang dari Wali Kota Barcelona, Ada Colau, yang secara khusus meminta Puigdemont dan Rajoy untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang konfrontatif.

Colau juga meminta Rajoy untuk tidak menghilangkan otonomi Catalunya dan mendesak agar ribuan polisi ditarik.

Sebelumnya, pemimpin Partai Sosialis yang beroposisi, Pedro Sanchez, mendesak Puigdemont untuk menggunakan perundingan dan bukan pernyataan kemerdekaan sepihak.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved