Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jika Tak Tersedia Hydrant Mobil Damkar Salatiga Ambil Air di Tempat Pemandian Ini

Tribunjateng.com, mengunjungi pelatihan rutin pemadam kebakaran Salatiga di kantor Satpol PP Salatiga.

Penulis: Admin | Editor: iswidodo
tribunjateng/magang/UKSW
Kantor damkar Salatiga di jalan Ahmad Yani No 2 Kota Salatiga telepon (0298) 322106 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mendengar kata pemadam kebakaran tentu langsung berpikir bahwa tugas mereka adalah memadamkan api. Namun sebenarnya tugas pemadam kebakaran tidak sebatas itu saja.

Tribunjateng.com, mengunjungi pelatihan rutin pemadam kebakaran Salatiga di kantor Satpol PP Salatiga. Lokasinya tepat berada di sebelah gedung DPRD Salatiga, 5 Oktober 2017. Memang sejak tahun 2015 pemadam kebakaran dan siaga bencana terintegrasi dalam Satpol PP, sebagaimana ketentuan pemerintah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Guntur Junanto, memaparkan, pemadam kebakaran tidak hanya bertugas untuk memadamkan api. Personil pemadam kebakaran juga dituntut untuk dapat menganggulangi bencana lain seperti tanah longsor dan pohon tumbang.

“Yang paling sering kita tangani kalau di Salatiga ya kebakaran. Selain itu kita juga menangani pohon tumbang, tanah longsor, dan puting beliung.” jelasnya.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Guntur Junanto
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Salatiga, Guntur Junanto (tribunjateng/magang/UKSW)

Tugas pemadam kebakaran adalah untuk menyelamatkan nyawa. Hal ini juga berarti nyawa makhluk hidup selain manusia.

“Kita juga pernah menangani kucing yang terjebak di pohon. Waktu kita sampai, ternyata kucingnya sudah turun duluan.” ungkap Junanto sambil tertawa.

Untuk menjaga kebugaran saat menjalankan tugas, setiap personel pemadam kebakaran diwajibkan untuk melakukan latihan harian, baik itu latihan penyelamatan seperti pertolongan pertama, maupun latihan pengecekan alat.

Tiap harinya selama 24 jam, 19 orang petugas yang ada dibagi menjadi tiga shift.

Di tiap shift ini, petugas ditugaskan untuk melakukan patroli menggunakan mobil damkar selama kurang lebih satu jam. Hal ini bertujuan untuk memantau kondisi lingkungan Salatiga dan juga memantau kondisi mobil agar tetap berfungsi dengan baik.

Kurangnya fasilitas hydrant di dalam kota Salatiga membuat Damkar Salatiga terpaksa mencari sumber mata air lain. Misalnya saja, Sumber mata air pemandian Senjoyo Salatiga menjadi sumber utama kebutuhan air penanggulanan kebakaran.

Di Salatiga sendiri, ketersediaan hydrant masih sangat langka. Setidaknya baru ada satu titik hydrant di Gedung Pemerintahan Kota Salatiga yang masih terbilang baru.

Kantor damkar Salatiga di jalan Ahmad Yani No 2 Kota Salatiga
Kantor damkar Salatiga di jalan Ahmad Yani No 2 Kota Salatiga (tribunjateng/magang/UKSW)

Oleh karena itu, untuk tempat-tempat terpencil yang susah dijangkau biasanya petugas akan mencari titik terdekat dengan sumber api dan menyambung selang yang ada sehingga titik api dapat dijangkau.
Penanganan yang dilakukan pun tidak sembarangan.

Setidaknya ada dua kategori kebakaran dengan metode penanggulangan yang berbeda berdasarkan material bahan yang terbakar; api melahap material yang mudah terbakar seperti kayu dan kain, dan yang kedua api membakar bahan kimia dan listrik.

Untuk kategori pertama, penanggulangan yang dilakukan biasanya hanya menggunakan air. Namun untuk bahan kimia dan listrik, penggunaan air untuk memadamkan api justru tidak dianjurkan karena jika bahan kimia tersebut disiram, api justru akan menjalar.

Oleh karena itu, jika terdapat kebakaran yang melibatkan bahan kimia dan listrik, para petugas pemadam kebakaran akan menggunakan foam atau busa untuk menjebak api dan mematikan sumber listrik terlebih dahulu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved