Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Orang Ikuti Ruwatan Sukerta di Sasana Mulya Keraton Solo

Acara dengan dalang pangruwat Dalang Ki Lebdo Pujonggo Harimurti itu, digelar di Ruang Sasana Mulya, Keraton Solo

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/akbar hari murti
Para peserta berjalan dari barat Sasana Mulya, menuju Sasana Mulya Keraton Solo sebagai tempat acara Ruwatan Sukerta, Sabtu (14/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat gelar Ruwatan Sukerta, Sabtu (14/10/2017).

Acara dengan dalang pangruwat Dalang Ki Lebdo Pujonggo Harimurti itu, digelar di Ruang Sasana Mulya, Keraton Solo.

Berdasar pantauan, siang yang terik tak menghalangi para peserta ruwatan untuk diruwat pada acara tersebut.

Berjalan sekitar 500 meter dari dari sebelah barat Sasana Mulya, ratusan peserta baik putra dan putri mengenakan kain mori untuk menutupi badan mereka.

Para peserta berjalan dari barat Sasana Mulya, menuju Sasana Mulya Keraton Solo sebagai tempat acara Ruwatan Sukerta, Sabtu (14/10/2017).
Para peserta berjalan dari barat Sasana Mulya, menuju Sasana Mulya Keraton Solo sebagai tempat acara Ruwatan Sukerta, Sabtu (14/10/2017). (Tribun Jateng/akbar hari murti)

Sebelum diruwat, Dalang Ki Lebdo Pujonggo Harimurti terlebih dahulu memimpin para peserta ruwatan untuk berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Suasana acara begitu tenang, pasalnya para peserta tampak khusyuk berdoa.

Saat prosesi ruwatan dimulai pun, suasana tampak tenang dan intim.

Dengan cara berbaris, satu per satu peserta dibasuh badannya dengan menggunakan air kembang.

Satu peserta, Atik Wijaya, Wanita asli Solo itu menjelaskan, dirinya ikut menjadi peserta ruwatan karena ingin memperlancar ekonomi keluarganya. Menurutnya, kegiatan ini bukanlah musyrik.

"Karena kami berdoa juga kepada Allah. Ini adalah kebudayaan yang ada di sini dan diwariskan turun temurun, jadi bukan sesuatu yang menyekutukan Allah," katanya.

Para peserta mulai diruwat oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
Para peserta mulai diruwat oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Tribun Jateng/akbar hari murti)

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menuturkan, acara Ruwatan Sukerta ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya, dan wajib dilestarikan.

"Ini bagian dari budaya yang adiluhung, dan dilindungi dengan Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang pengembangan budaya," jelasnya.

Ia menilai, apabila budaya tersebut tidak dilestarikan oleh anak cucu di masa depan, bukan tidak mungkin, budaya akan diklaim oleh bangsa lain.

"Dan yang saya tegaskan sekali lagi, ruwatan ini bukan klenik dan musyrik. Ini adalah budaya yang dari jaman dulu sudah ada, dan sampai masa depan harus tetap ada," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved