Kawasan MAJT Segera Dikembangkan Jadi Little Mecca, Ada Unta dan Kuliner Timur Tengah
Di kawasan ini, akan dibuat miniatur Kakbah. Kemudian gerai pakaian model Timur Tengah dan pusat kuliner khas Timur Tengah
Penulis: m nur huda | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) berencana mengembangkan kawasan sekitar masjid menjadi Little Mecca.
Jadi para pengunjung yang datang ke kawasan itu merasa seolah berada di kota suci Makkah.
Ketua DPP MAJT, Noor Ahmad, mengatakan ide ini muncul sejak 2004 melalui berbagai diskusi.
Baru saat ini akan direalisasikan.
"Berarti orang datang beribadah sekaligus berbelanja dan berwisata. Termasuk kuliner yang makanannya serba Timur Tengah. Kawasannya juga dikemas menjadi seperti Timur Tengah. Bisa jadi ada onta pula," kata Noor Ahmad kepada Tribunjateng.com, Senin (16/10/2017).
Di kawasan ini, akan dibuat miniatur Kakbah.
Kemudian gerai pakaian model Timur Tengah, pusat kuliner khas Timur Tengah, perlengkapan serta oleh-oleh haji dan sebagainya.
Lahan yang disiapkan sekitar enam hektare milik masjid.
"Rencana ini muncul karena kami sudah memiliki MAJT yang sejak awal dibuat dan diisi mirip masjid di Makkah. Tarawihnya seperti di Makkah, imamnya seperti di makkah, azannya seperti di Makkah," paparnya.
Dia berharap setelah kawasan wisata baru ini sudah jadi, pengunjung yang datang dapat menikmati kuliner khas Timur Tengah.
Kemudian merasakan suasana layaknya di Makkah dan Madinah.
DPP MAJT akan meminta izin kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengenai rencana ini.
Kemudian penataan kawasan diawali pengurugan tanah.
Diawali lebih dulu di area jalan masuk masjid dari Jalan Soekarno Hatta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/salat-id-di-masjid-agung-jawa-tengah_20160706_074500.jpg)