Kena Sanksi Komdis, Persis Tanpa Empat Pilar Pada Laga Perdana Babak Delapan Besar
Sanksi itu dijatuhkan kepada suporter Persis, pemain dan pelatih Widyantoro, dan tidak dapat melakukan pengajuan banding
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Persis Solo kembali mendapat sanksi dari Komdis PSSI.
Berdasarkan informasi resmi di website Persis Solo, sanksi terbaru itu didapat Selasa (17/10/2017) malam perihal hasil sidang komdis pada 12 Oktober, terkait beberapa insiden yang terjadi saat Persis Solo melakoni partai tandang ke markas Cilegon United beberapa waktu lalu.
Sanksi itu dijatuhkan kepada suporter Persis, pemain dan pelatih Widyantoro, dan tidak dapat melakukan pengajuan banding. Berikut perinciannya:
1.Suporter Persis: Dijatuhi denda Rp. 33.750.000. Didakwa masuk ke dalam lapangan dan membuat pertandingan terhenti selama tiga menit.
Dalam hal ini, Suporter Persis tidak dapat mengajukan banding sesuai pasal 118 Kode Disiplin PSSI.
2. Pemain Persis (Hendi Aprilianto, Agung Suprianto, Irkham Zahrul, Widya Wahyu): Keempat pemain didakwa melakukan pengejaran dan pendorongan terhadap wasit. Mereka didenda larangan sekali bermain dan denda 10 juta rupiah.
3.Pelatih Persis, Widyantoro: Didakwa melontarkan kata-kata bernada provokasi terhadap wasit yang memimpin pertandingan.
Pelatih yang akrab disapa Wiwid itu ditambah hukumannya menjadi 18 bulan larangan beraktifitas dalam kegiatan sepakbola dibawah PSSI.
Sebelumnya Wiwid sudah mendapat sanksi yang sama selama 12 bulan dan denda 100 juta rupiah atas insiden melawan Cilegon United, saat berlaga di Solo, dalam lanjutan babak 16 besar Liga 2.
Menanggapi sanksi yang didapat Persis, Langgeng Jatmiko selaku Sekjen Persis menyatakan, timnya akan merapatkan pemberitahuan sanksi tersebut terlebih dahulu dalam rapat manajemen.
"Pastinya manajemen akan mengambil tindakan. Walaupun dari sanksi itu, para pemain tidak bisa mengajukan banding," ujar Langgeng kepada Tribun Jateng. Rabu (18/10/2017).
"Tapi paling tidak kami akan memberikan informasi yang benar terkait apa yang terjadi di Cilegon," imbunya.
Ditambahkan Langgeng, meski dalam email pemberitahuan dari Komdis PSSI yang diterima manajemen Persis, timnya tidak dapat melakukan banding, manajemen tetap akan mengupayakan pembelaan.
"Tentu kami akan lakukan banding, terutama ke pelatih. Kalau memang banding tidak bisa, tetap kami akan mengirim surat ke komisi disiplin maupun komisi banding," tegas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/persis-solo_20170928_204324.jpg)