Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Petugas Satpol PP yang Amankan Jenglot Ini Mengaku Temui Penampakan Menakutkan

Agar tidak menimbulkan keresahan pengunjung dan warga, petugas Satpol PP mengamankan benda tersebut.

Editor: abduh imanulhaq
FACEOBOOK/SURYA ONLINE
Jenglot yang ditemukan di Pantai Batu-batu, Kenjeran, Bulak, Surabaya, diperlihatkan di kantor Kecamatan Bulak, Selasa (17/10/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Masyarakat Surabaya, Jawa Timur, dihebohkan penemuan jenglot.

Jenglot tersebut pertama kali ditemukan warga Kenjeran di Pantai Batu-Batu, Senin (16/10/2017).

Warga yang saat itu sedang bersantai di pantai melihat seorang laki-laki turun dari sepeda motor dan berjalan ke pantai.

"Orang itu kemudian membuang sebuah kotak coklat seperti kotak peti mati," jelas Suprayitno, Camat Bulak, Kota Surabaya, Selasa (17/10/2017).

Karena penasaran, warga iseng mendekati kotak warna cokelat yang berserakan di bebatuan pemecah ombak.

Dia merasa ketakutan saat melihat ada boneka dan kain mori putih berserakan di sekitar kotak cokelat tersebut.

"Saat itu mau maju melihat tak berani tapi penasaran. Akhirnya warga ini melapor ke petugas Satpol PP," ujar Suprayitno menceritakan kesaksian si penemu.

Agar tidak menimbulkan keresahan pengunjung dan warga, petugas Satpol PP mengamankan benda tersebut.

Sekarang benda ini tersimpan di dalam sebuah lemari di kantor Kecamatan Bulak.

Prayitno belum memiliki rencana apa pun terhadap jenglot tersebut.

Dia ingin membuangnya agar tak meresahkan warga setempat.

"Sementara kami masih menunggu pemilik jenglot ini ditemukan. Mau bertanya apa maksud dia menaruhnya di tempat itu," tuturnya.

Menurutnya, boneka mirip jenglot ini terbuat dari kulit hewan dan tulang hewan asli yang sudah dikeringkan.

Saat ditanya mengenai taring dan rambut yang ada di boneka jenglot, tak ada yang tahu apakah itu rambut asli atau bukan.

"Warga sempat geger dan bertanya-tanya apakah ini jenglot asli atau bukan," tandasnya.

Ternyata petugas Satpol PP yang mengambil jenglot dan membawanya ke kantor Kecamatan Bulak mengaku mengalami hal yang menakutkan.

Sri Purnomo Irawan semula biasa-biasa saja.

Tak ada perasaan takut saat mengambil jenglot dan membawanya.

"Tapi malamnya seusai pulang dari kantor Kecamatan Bulak, saya mandi. Setelah mandi, masuk dapur jenglotnya itu berdiri di pinggir kompor," ujar Sri Purnomo.

Namun, jenglot yang menemuinya pada Senin malam itu tidak bergerak sedikit pun.

Tak ada pula ekspresi menakut-nakuti.

"Saya melihatnya cukup lama ada sekitar satu menit. Saya langsung menyampaikan salam (assalamualaikum) saja," paparnya.

"Saat itu tak ada bau kemenyan atau bunga. Biasa-biasa saja. Saya yakin ini bukan halusinasi saya," tandasnya.

Ke mana kemudian jenglot itu pergi?

Sri Purnomo tak mengetahuinya.

Menurut Wikipedia, jenglot adalah figur hominoid yang berukuran kecil (sekitar 10-17 cm), berkulit gelap dengan tekstur kasar (seperti mumi), berwajah seperti tengkorak dan bertaring mencuat serta memiliki rambut dan kuku yang panjang.

Jenglot ditemukan di beberapa wilayah di Tanah Air.

Benda ini dipercaya memiliki kekuatan mistis dan memakan darah manusia.

Ada masyarakat Indonesia yang meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik dan dapat mengundang bencana.

Secara medis, jenglot didefinisikan sebagai bukan makhluk hidup setelah diteliti oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Melalui foto sinar rontgen, tak ditemukan unsur tulang (sebagai penyangga organ mahluk hidup).

Namun, hal yang mengejutkan justru diperoleh dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas.

Setelah diperiksa oleh Dokter Djaja Surya Atmaja dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulit itu memiliki DNA mirip primata sejenis manusia.

Penyelidikan asal usul jenglot secara medis hanya dihentikan sampai di sana karena pemilik jenglot tidak mengizinkan kepunyaannya dibedah agar tak ada hal buruk yang terjadi.

Kisah jenglot juga diangkat ke dunia hiburan, terutama untuk tema misteri dan supranatural.

Film Indonesia berjudul Jenglot Pantai Selatan yang disutradarai oleh Rizal Mantovani, dirilis pada Februari 2011 silam.

Ada juga kesimpulan yang mengatakan jenglot itu dibuat dengan proses mumifikasi dari beberapa spesies.

Semisal kepala monyet yang disambung dengan ekor kuda sebagai rambutnya.

Menurut mitos, jenglot semula adalah manusia yang memiliki ilmu batara karang yang tubuhnya makin lama makin mengecil.

Jenglot banyak diperjualbelikan, tapi kebanyakan tidak lebih dari sekadar boneka yang dibentuk sedemikian rupa menggunakan kulit tupai, kelelawar atau binatang lain. (tribunjatim/manik priyo prabowo)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved