Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Duh, Pembangunan Museum Benda Cagar Budaya Plumpungan Salatiga Tertunda Lagi

Diperkirakan, untuk merealisasikannya, membutuhkan dana sekitar Rp 6,5 miliar.

Penulis: deni setiawan | Editor: bakti buwono budiasto
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Seorang warga sedang melintas di depan Gedung Papak, gedung utama Kantor Pemkot Jalan Letjend Sukowati Nomor 51 Kota Salatiga, Senin (16/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Usulan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Salatiga untuk membangun Museum Benda Cagar Budaya (BCB) di sekitar lokasi Prasasti Plumpungan, Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, lagi-lagi belum bisa terealisasikan.

Museum itu direncakan sebagai sentral aktivitas kebudayaan yang bertujuan sekaligus untuk mempertahankan, menjaga, serta melestarikan aset berharga yang dimiliki Kota Salatiga.

Namun, belum bisa direalisasikan pada 2018 mendatang.

“Itu terlontar saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemkot Salatiga di Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kota Salatiga beberapa waktu lalu. Alasannya ya harus ada kajian mendalam terlebih dahulu,” kata Kepala Disbudpar Kota Salatiga Sri Danudjo.

Baca: TANDA-TANDA KIAMAT Bakal Terlihat Mulai 2100? Ini Kata Fisikawan Daniel Rothman

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (19/10/2017), dalam pembahasan Rencana APBD Pemkot Salatiga Tahun 2018, pihaknya memasukkan program rencana pembangunan museum tersebut.

Diperkirakan, untuk merealisasikannya, membutuhkan dana sekitar Rp 6,5 miliar.

“Dari konsep kami, museum itu bakal dibangun di atas lahan sekitar 3 ribu meter persegi. Dan yang mendasari dibangun di kompleks Prasasti Plumpungan, karena di sana memang telah menjadi tonggak sejarah lahirnya kota ini,” terangnya.

Menurutnya, sebagai alasan kuat yakni sebuah sejarah apalagi terkait perjalanan Kota Salatiga, agar terus diketahui oleh para generasi penerus.

Baca: Petani Kedelai di Rejamulya Cilacap Terpaksa Panen Lebih Awal

Untuk itu perlu ada tempat bersifat fisik atau dalam hal ini adalah museum maupun sejenisnya.

“Di museum itu bakal menampung berbagai benda peninggalan sejarah, dokumentasi-dokumentasi, sekaligus jadi kompleks atau pusat kegiatan seni-budaya di Kota Salatiga. Secara tidak langsung pula, bakal menjadi destinasi baru di kota ini,” ucap Danudjo.

Terkait belum disetujuinya rencana tersebut, secara umum pihaknya memaklumi.

Baca: Budayawan Romo Magniz Mendadak Pingsan Usai Ceramah

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved