Terjaring Razia Satpol PP, Anak Punk Ini Lupa Berapa Lama Tidak Mandi
Selanjutnya anak-anak punk ini disuruh mandi. Bukan tanpa alasan karena badan mereka mengeluarkan bau tak sedap.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tujuh anak punk, lima laki-laki dan dua perempuan, berdiri berjejer di depan kantor Satpol PP Kabupaten Brebes, Kamis (19/10/2017) sore.
Seluruh atribut, kalung, gelang, dan cincin yang mereka pakai diminta dilepas.
Bagi laki-laki, kaos yang mereka kenakan juga harus ditanggalkan.
Tak ketinggalan rambut mereka dicukur sampai gundul plontos.
Setelah itu, mereka bertujuh diminta melaksanakan upacara bendera serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya diiringi petikan gitar.
Selanjutnya anak-anak punk ini disuruh mandi.
Bukan tanpa alasan karena badan mereka mengeluarkan bau tak sedap.
Pakaian yang dikenakan pun terlihat lusuh dan dekil.
Seorang anak punk, DN (16), menyatakan terpaksa hidup di jalanan karena sudah berhenti sekolah.
"Nggak ada biaya buat sekolah. Maka saya hidup di jalanan," tuturnya kepada Tribunjateng.com.
Sudah berapa lama tidak mandi?
"Saya lupa," lanjutnya.
Dia mengaku beberapa kali tertangkap Satpol PP dalam razia anak jalanan.
Namun, baru kali ini dicukur hingga gundul.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anak-punk-brebes_20171019_225028.jpg)